Cinta tak hanya kata-kata namun cinta adalah Tindakan

2013 in review


The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The Louvre Museum has 8.5 million visitors per year. This blog was viewed about 240,000 times in 2013. If it were an exhibit at the Louvre Museum, it would take about 10 days for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Divisi Humas Mabes Polri INFO UMUM PENGGUNA KRL HARUS TAHU INI


Divisi Humas Mabes Polri
INFO UMUM
PENGGUNA KRL HARUS TAHU INI

Ini adalah whast up(WA) dari seorang kawan dikirim tadi sore. Sekedar untuk meyebarkan kebaikan di blog ini. berikut isinya :
Berkaca dari Kecelakaan KRL di Bintaro beberapa hari lalu, banyak yang menyayangkan tidak tersedianya palu dan pemecah kaca di dalam kereta tersebut. Pada kenyataannya Kereta Rel Listrik (KRL) eks jepang tidak mengenal sistem palu pemecah kaca sebagai alat keselamatan. Mereka menggunakan katup angin untuk membuka kunci semua pintu agar pintu dapat dibuka dengan mudah oleh tangan.

Nah, dimana Anda bisa menemukan katup angin ini? Umumnya katup-katup ini tersebar di dua posisi yakni dibawah bangku dan diantara sambungan antar gerbong. Untuk menandai katup angin ini, biasanya mereka menandai dengan border penutup berwarna merah untuk memudahkan pencarian.

Selain di bagian dalam, di bagian luar kereta pun terdapat katup. Posisinya berbeda-beda, tergantung tipe KRL. Namun, pada umumnya keran tersebut berwarna merah. Misalnya pada gambar di atas merupakan katup yang berada di KRL seri 8000 dan 8500. Lokasinya di bagian dalam kereta tepat di pojok bawah kedua kursi yang berhadapan langsung dengan pintu keluar.

Bagaimana caranya menggunakan katup ini? Pertama, yang akan Anda lakukan adalah mencari dimana posisi katup berada. Jika sudah menemukan, buka penutup kerannya. Lalu tarik tuas keran sepenuhnya hingga terdengar suara angin yang terlepas. Dengan demikian pintu dapat dibuka dengan oleh tangan dengan mudah.

Penting untuk diketahui seluruh penumpang agar tidak sembarangan menggunakan katup ini. Pergunakanlah dalam keadaan darurat saja.

Orang Bintaro menulis tragedi Bintaro, exbunderan.wordpress.com


Orang Bintaro menulis tragedi Bintaro, exbunderan.wordpress.com

api membumbung tinggi dari kendaraan pengangkut BBM yang terbakar, diiringi teriakan dan jeritan kepanikan dari gerbong depan yang terguling dengan penumpang para wanita, “tolong…tolong…tolong jeritan itu terdengat sayup diantara gemericik api,  para wanita itu meronta, berusaha keluar…namun pintu otamatis tak dapat dibuka …malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih..mereka terjebak di dalam gerbong, yang pasti terasa sangat panas akibat api yang berkobar-kobar dari kendaraan yang terbakar”.(exbunderan.wordpress.com)

Sebait tulisan diatas adalah tulisan Heri S kaendo pemilik akun exbunderan.wordpress.com. Membaca tulisan beliau sungguh membuat hati ini trenyuh melintasi pikiran. Selalu ada kisah yang yang patut di  cermati setiap musibah yang terjadi baik itu yang terlihat ataupun tak terlihat. Musibah selalu akan terkenang sepanjang hayat itulah sebuah pristiwa yang mengharukan yang patut menjadi hikmah bagi orang-orang yang berfikir.Salah satunya adalah sepengal kisah yang meyesakan dada yang dulu kita pernah mendengar berita-berita tragedi tabrakan kereta apayang terjadi di daerah bintaro. Di blog sahabat kita ini di tulis dengan detail beberapa kisah tentang tragedi bintaro.Sehinga kami meyebutnya Orang bintaro menulis tragedi Bintaro yang di tulis di exbunderan wordpress.com.

Membaca kisah tragedi bintaro seolah kita kembali ke masa silam. Bagi yang sudah terlahir dan mengetahui tragedi itu mungkin akan merasa diajak mengingat kisah tragis yang dulu pernah terjadi. Membaca kisah tragedi Bintaro kita akan dihadapkan pada empati masyarakat bintaro dengan sigapnya menolong saudara-saudara kita yang merasakan pedihnya terjepit oleh besi-besi kereta api. Jeritan yang tersayat sayat pedih karena benturan ,tubuh yang hancur ,ceceran darah yang berbau amis. Tentu saja sebagai orang Bintaro sang penulis berharap ada perbaikan untuk pihak-pihak terkait.PTKereta apai Indonesia(PT KAI),Pertamina (pengemudi),DISHUB Darat.

Jadi teringat sewaktu dulu masih sering ke Perpustakaan Bogor beberapa tahun lalu ketika persiapan untuk penulisan tentang terjadinya aksi aksi pemboman yang di lakukan oleh aktivis garis keras. Ketika itu sedang mengumpulkan tulisan-tulisan tentang aksi aksi pemboman di indonesia. Karena ada hal teknis tulisan itu tidak jadi di buat.Padahal sudah mulai di tulis entah kenapa tidak jadi untuk di posting. Beberapa hari setelah itu BOM  17 Juli – Bom Jakarta 2009 di Hotel Ritz-Carlton Jakarta dan Hotel JW Marriott Jakarta  Meledak . Ya cuma kebetulan saja barangkali.

Baru kemarin rabu kami menaiki Comuterline karena memang jarang juga. Ingin merasakan kereta  Comuterline yang kabarnya jadi lebih baik pengaturan dan pelayananannya ya itung-itung pengen juga nulis pengalaman di komuterline. Yang sudah banyak perbaikan namun belom sempet di posting. Tragedi Bintaro terjadi lagi.Ya tentu saja selalu ada hikmah bagi orang-orang yang mau berfikir. Hanya Allahlah yang Tahu.

Suatu malam di sudut kota


Suatu malam di sudut kota

Suatu malam di sudut kota, berjalan di iringi lampu – lampu yang tampak indah  terlihat. Malam itupun  aku berjalan menelusuri jalan yang akan kutuju dalam sebuah theater jalanan  di sudut kota itu. Aku berdiri tetap menatap dengan tajam ke arah kerumunan orang yang tampak santai sambil menonton sebuah theater jalanan. Melangkah mendekat melalui orang-orang yang masih menghimpit.Duduk lalu bersantai dan tersenyum dan bicara dengan orang di sekitarku. Tampak serius dan maksimal sang seniman menghargai peran yang di tampilkan. Sebuah alur cerita telah di persembahkan dalam sebuah teater jalanan. Sebuah konsep idealis yang seringkali bermakna sarkasme bagi yang memperhatikan setiap bait dan bahasa tubuh yang di tampilkan. TErlalu serius untuk memaknai sebuah arti apa yang dinamakan sebuah kritik sosial. Apa memang seperti itu untuk menampilkan dunia teater. Tentu saja bebas memilih tema yang di suguhkan.

Aku hanya terpikir dan merenung pada suatu malam di sudut kota. Memaknai karya-karya orang lain yang terus berjuang bagi makna dirinya. Itulah potret seorang seniman untuk menghargai dirinya sendiri. Melepaskan ide ide kreatif di suatu malam di sudut kota. Malam semakin larut orang-orangpun pulang dengan membawa pikirannya masing-masing. Akupun pulang dalam sudut kota yang semakin sepi. Bersyukur telah menikmati malam yang indah di suatu kota,entah kapan aku kembali. Berhenti memandang sekeliling pada suatu malam di sudut kota . Aku kan kembali suatu ketika , entah kapan …..

Ku tengok langit dengan bulan yang terang sambil mengamati mungkinkah wiji tukul ada di belakangku sambil juga berjalan di trotoar jalan yang sudah sepi , Sebuah kisah di kota T  dan tak mampu kulupakan.

Di tempat itu kah engkau meminta


Di tempat itu kah engkau meminta

Masjid ! Di tempat itukah engkau meminta. Menegadah dengan khusyu berdoa memanjat puji-pujian kepada Khaliknya sang Maha penguasa langit dan Bumi Dialah Allah. Lama sekali ia berdoa sehinga tampak terasa orang-orang yang tadi berdoa,berdzikir ,sholat dan membaca Al-Quran . Akhirnya pergi satu persatu menuju tempat aktivitasnya masing-masing.Ia hanya tetap duduk menegadah berdoa dengan kepala diangkat keatas. Sebuah kata Subhanallah lama sekali ia berdoa . Entah apa yang ia panjatkan dalam doa-doanya,akupun hanya terdiam menelisik .Tanpa terasa akupun hanya berfikir memang di tempat inilah tempat untuk meminta. Ya  Di rumah Allahlah kita bisa menumpahkan segala perasaan keinginan apa yang hendak ingin di capai.

Di tempat itukah engkau meminta wahai saudaraku. Sebuah tempat yang indah sejuk penuh angin semilir yang meyejukan.Selalu saja ada orang yang berlama-lama di tempat itu. Untuk mengungkap kegelisahan hatinya yang rindu akan kedamaian hidup. Rindu akan kesejahteraan hidup Rindu akan harapan-harapan yang tertingal. Membuncahkan asa membangun nurani menetramkan sejuta rasa di dalam diri. Membuka semangat untuk terus menerus berusaha mencari jalan untuk mencapai kebahagian yang hakiki. Di tempat itu selalu saja ada hal yang kadang membuat kita menjadi terus mengingat kebesaran Allah . Di tempat itu pula selalu ada saudara-saudara kita dari beragam keinginan dan niat untuk hadir di tempat itu.Di tempat itupula sebuah kenangan indah selalu dan akan terus ada sampai batas waktu itu habis di telan masa. Selalu ada tempat kosong untuk di isi dalam shaf shaf yang terbuka untuk siapa saja yang membutuhkannya. Aku terdiam memandang ke arah shaf-shaf itu semoga akan tetap terisi oleh kita manusia yang selalu butuh akan tempat itu.

Masih di tempat ini ia,aku dan orang itu menegadah di sebuah sudut yang di ujungnya terbuka dengan angin yang terus menerpa tubuh kita . Mintalah di mana kita tak mampu untuk meminta, hingga suatu ketika kita sudah tak mampu untuk meminta.Ketika kematiankan datang habislah waktu yang telah di tentukan. Akhirnya orang itupun selesai dan pergi entah kemana. Aku hanya duduk sendiri mematung melihat orang itu sudah tak ada lagi. Sepi sunyi hanya ditemani waktu yang terus bergulir . Ku langkahkan kaki untuk keluar dari tempat ini dan akhu hanya bersyukur masih punya niat untuk tempat datang ke tempat ini. Tempat yang selalu saja tetap indah di hati ini,tempat yang selalu saja menyimpan kenangan-kenangan yang tak terlupakan. Di manapun tempat ini berada,selalu ada kisah-kisah yang menarik untuk di lukiskan.Aku hanya bisa berdoa semoga aku akan bisa ketempat ini lagi kapanpun dan di manapun. Semoga

Sebuah lagu terdengar aku menunggumu dari noah terdengar.harus berapa lama…Harus brapa lama…
aku menunggumu..aku menunggumu..
aku menunggu..aku menunggumu….
dan bait inipun selesai dan kuakhiri tulisan ini. Salam

IMG00219-20110601-0700

Sebuah Rumah di sudut terpencil


Sebuah Rumah di sudut terpencil

 

Pernahkah kita terpikirkan ada sebuah rumah di sudut terpencil.Jauh dari kebisingan ibukota di suatu daerah yang jauh dari aktivitas penduduk. Bisa jadi pernah, seringkali kita liat di film-film seorang jagoan(hero) tingal jauh di dalam hutan yang orangpun akan jarang melewati sudut rumah yang terpencil tersebut.Orang yang tinggal di jauh dari kebisingan kota yang penuh hingar bingar,mungkinkah punya motif yang berbeda dari kebanyakan orang.Beragam motif seseorang mempunyai rumah di sudut terpencil. Selain ingin tenang dengan suasana yang segar penuh dengan pepohonan dan bergam tumbuhan lain. Tentu saja ingin meningalkan kehidupan sebelumnya yang sarat dengan aktivitas.Kesibukan yang selama ini dilakukan ternyata membuat seseorang itu menjadi jenuh dan ingin melupakan masa yang pernah terlewati. Dengan kehidupan yang berbeda tentu saja akan menimbulkan perbedaan. Sebuah keinginanlah yang mungkin terus menjadi sebuah kekuatan. Sehingga ia terus bisa bertahan di sebuah rumah di sudut terpencil.

Tidak saja orang yang tinggal jauh dari pelosok kota namun orang yang di tengah kota dalam hidup yang penuh aktivitas dan keberagamanpun. Bisa jadi menginginkan kehidupan yang tenang apalagi ketika orang di timpa sebuah masalah yang terus menerus. Gemericik air dari kali kecil depan rumah dan jernih. Kesejukan alam dengan semilir angin dari tepi hutan dan pemandangan gunung serta danau yang indah.Kicau burung dan suara siamang tampak terdegar indah. Sebuah keinginan dari beragam sosok sosok manusia yang menginginkan ketenangan. Selalu ada tempat – Tempat seperti itu. Indah,nyaman dan meyenangkan.

Di sebuah rumah di sudut terpencil 120 KM dari Ibu kota Propinsi di Sumatra  . Aku hanya mengingatkan aktivitas masa lalunya yang selalu berhubungan dengan kegiatan membahayakan. Nampak Bapak itu yang sudah mempunyai cucunya yang sudah besar. Ia tampak seperti tidak mau untuk mengingatkan masa lalunya dan selalu saja mengalihkan pembicaraan bila di bicarakan. Entah apa yang terjadi? Sang kakek itupun kini tinggal sama istrinya yang selalu setia mendampingi sang suami tercinta. Tiba-tiba ia pamit untuk memancing di danau yang indah itu. Selalu ada kegembiraan setelah memancing dari danau yang indah itu. Aku terdiam hanya bisa merunduk dan merenung. Di dalam sebuah rumah di sudut terpencil itu. Kulihat ke arah Barat tampak Hutan dan bukit yang indah masih lebat dan kulihat arah timur. Danau indah itu semakin indah dilihat dari kejauhan.

 

Sebuah rumah di sudut terpencil

 

PUISI “WAKTU” karya Exbunderan.wordpress.com


PUISI “WAKTU” karya Exbunderan.wordpress.com

 

Sebuah puisi selalu punya makna yang dalam. Termasuk apa yang telah di tulis oleh seorang blogger . Judul puisi nya adalah Puisi “waktu” . Sebuah puisi bisa di pakai alat untuk mengingat tentang diri. Sebuah refleksi kehidupan kita manusia. Puisi merupakan sebuah kehendak pikiran yang tercurahkan dalam sebuah bait. Waktu di jadikan sebuah ide dasar penulisan. Tentu saja di dalam waktu sendiri ada gerak, ada upaya, ada sikap yang selalu menuntut untuk di laksanakan. Bila sebuah aktivitas kegiatan yang di lakukan positif maka, Ia telah berbuat baik namun tak kan bisa seseorang melakukan aktivitas semua menjadi baik. Kecuali memang hidayah yang telah di berikan oleh Allah S.W.T.Jadi selalu ada rongga kosong dalam” waktu” yang telah berjalan.

Waktu akan terus bergulir ia akan menjadi sebuah kisah indah yang berlembar-lembar hingga pahit manisnya sebuah kenangan. Itulah waktu ia akan menemui kapan saja dengan cara berlari ataupun ia hanya melangkah pelan ataupun bisa saja  terdiam. Selalu ada kata selamat datang ataupun selamat Tinggal. Ya itulah “waktu”.

Puisi” waktu” adalah sebuah goresan yang mengingatkan kita akan semua aktivitas kita. Semenjak lahir hingga kita menemui ajal. Tak banyak waktu yang akan kita lewati. Nanti tiba sebuah kematian kan datang. Akankah kita menjadi lebih baik dari hari kemarin. Entahlah …. dan setiap manusia waktu di dunia akan terhenti sama seperti api yang membakar kayu menjadi abu.Sama seperti roda yang terus berputar menuju ujung jalan.Sama seperti jarum jam terus berdetik hingga waktu habis di telan bumi.

Aku tertunduk sambil meresapi Puisi “waktu” karya herikaendo . Terdiam hening dalam ruangan yang sunyi merenung.Untuk katakan wahai bila waktuku telah habis aku ingin tetap hidup dalam kehidupan yang lebih baik. Sebuah kata yang telah mati kini hidup kembali. Sampai waktu yang akan di tentukan. Salam (kawanlama95 menulis Puisi “waktu)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 183 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: