Sebuah kata untukmu sahabat

Selembar ketas telah kuberikan untukmu sahabat dari hatiku yang resah gelisah menanti hari yang tak kunjung datang. Tergoda asa melambai-lambai membungkus jiwa lusuh ini mencari sepengal kebahagian yang tertunda. Mencari hari gelorakan jiwa-jiwa pejuang merambah negri untuk berbagi nyata untukmu sahabat.Menelusuri kehidupan nyata walau tak berbekas hadapi kekosongan jiwa yang penting untuk diisi.Mengisi hari yang terus berbalut beban dalam otak kita yang hampir pecah di telan kehidupan yang keras walau berbalut lembut tertampak , terseyum lepas katakan inilah diri. Sebuah kejujuran yang tak berarti dalam maya yang nyata. Ironis kata yang tak berwujud melampaui pemikiran orang-orang yang berbeda. Aneh memang,sesuatu yang tertampak namun tak terlihat dalam pandangan mata. Melihat tanpa berkedip ,mendengar tanpa menutup berfikir tanpa mengira – ngira. Ehm apakah maksudnya. Sebuah kata untuk sahabat.

Sebuah kata tak berhasil di mengerti oleh banyak orang tak mampu menembus batinmu ,entah telah banyak korban menanti hari yang tak berwujud.Terhempas dalam sebuah kata di maya yang nyata. Berputar-putar tak banyak yang tahu menapaki hari yang terus bergulir menghentak menajamkan fikiran walau hati tertindas oleh sang waktu.Sebuah kata untuk sahabat terus bergulir tanpa henti berpacu oleh waktu dan angan-angan yang mulai kosong di hempaskan waktu walau mimpi tak tertebak. Biarkanlah kata ini terus bergulir sahabta menuntun hari yang terus berputar hingga puisi kematianpun sudah kutulis dan kaupun tak mau mencari sang bayang, entah apa dalam benakmu dan apakah kalian ini seorang yang bodoh dan terlalu bodoh diri ini mengatakan kalian bodoh. aku ingat jari menunjuk 1 jari ke depan maka 3 jari akan berbalik ke belakang.hmmm sebuah kata untuk sahabat.

Menuntun kata untuk bergulir dari kehidupan nyata mengapresiasi sebuah karya yang tak akan terbakar oleh api termakan oleh rayap dan hancur oleh sang waktu. Sebuah apresiasi yang mengelora , mengelitik memancarkan kehendak hati mencium aroma hidangan yang dinanti. Sebuah kata untuk sahabat telah bergulir

Mencari kawan ideologi, berfikir ala demokratis tak diktatoris tidak menghantam seperti gladiator tidak menghujat seperti seorang Demonstran kerdil . Aku menghirup awan kelabu dalam kataku ,entah apa yang kau tebak sahabat.Aku terpekur mengalunkan kata sunyi dalam kehidupan maya walau sepi berbekas .Sahabat apakah kau mengerti kata hatiku mengharap seribu bahasa . Aku tak lain adalah diri yang menghamba kasih kepada Khaliknya menghatur berjuta terima kasih kepada engkau sahabat walau hanya Sebuah kata untuk sahabat.



About these ads