Puisi kawanlama95
Menunggu kawan
Kawan
Kuterusik menghantui kalbu ….
Suara memecah keheningan malam
Keringat kerja melepas kantuk
Suara detak jam menghangatkan suasana hati yang riuh rendah
Tengok berita hacurkan hati , ..seorang kawan mati tertusuk oleh kawan sendiri
Kawan
Keluar kamar tengok bulan mencari pagi
Masih adakah pagi, ketika Dentum meriam hanguskan kawan Palestin
Bocah – bocah terisak sakit menahan tangis .
Bocah lainpun berlumur darah …Menunggu kematian yang didepan mata
Gundah hati menahan iba.
Kawan
Esok pagi mungkin cerah
Terhanyut asa mengapai bintang
Halau duri semak belukar
Berjalan lurus tanpa ikatan
Berhenti sejenak menunggu kawan
================================================
BERBAGI WALAU TAK MERUGI
Ada yang berbagi walau tak mampu merangkai kata
Kata yang bijak berawal dari hati yang tulus
andai kawan tak mampu berbagi
duduk sendiri lampangkan jiwa
Tengok hati sunyi sendiri
gegap gempita ringankan beban
andai kawan berbagi hati
alangkah indah jabat jemari
Langkah tegap jalan kedepan
ringankan hati ulurkan tangan
andai kawan sudah tersenyum
gembira ria berbagi rasa
Senang susah sudah dibagi
berbagi rindu hangatkan jiwa
andai kawan sudah setuju
mari kawan duduk disini
==========================================
Mari tersenyum
Satu bait tlah tertulis di istana langit
tak hiraukan kata bermakna dalam langit birumu
acuhkan saja kataku
bila membuatmu bahagia
Aku akan bawa singasana langit
teruntai di bawah samudra biru
ocehku hiraukan saja
agar kau membuatmu bahagia
Sendiri asa terbalut harap
ketika loceng berbunyi
mengaharap iba
Tuk bahagia dirimu
Aku adalah diri yang tak tau malu
ketika jiwa ini terhempas di alam maya
Amboi kawan engaku sahabat
mari tersenyum tuk bahagia engkau
Mari tersenyum sahabat
biarkanlah waktu terus berjalan
dan airpun telah mengalir
hinga ajal menjemput
=======================================
MAYA YANG NYATA
ketika langit diselimuti awan gelap
engkau hadir dalam nyataku
ketika gelombang datang silih berganti
engaku hadir dalam nyataku
ketika badai itu menghempas diri ini
engkau hadir dalam nyataku
ketika dalam perjalanan panjang
inipun aku hadir dalam mayamu
ketika aku terduduk diam seribu bahasa
inipun aku hadir dalam mayamu
ketika aku teriris tersayat akupun datang
inipun aku hadir dalam mayamu
semua ada pengharapan yang membuncah
semua menunggu dalam pengembaraan yang panjang
semua membisu tak hanya berkata
hanya ini kataku yang berjalan tak menentu arah ketika
maya ini dalam nyata diriku
===========================================
BOSAN
Bosan sepi sendiri tak berarti
Habiskan malam yang panjang
walau kawan tak datang
bait rindu tak tertahan
Bosan sepi sendiri
Hancurkan saja gelasnya Kata dian sastro
Ah kawan aku takkan berteriak
walau rindu ini tak tertahan
Bosan sepi sendiri
Beribu janji yang kau buat
hanya pemanis kata – kata
walau rindu tak datang
Bosan sepi sendiri
termenung dalam sangkar
yang haus kepayahan
menanti seorang kawan
Bosan…..
Kawan ….
hilang ….
tak berbekas
===========================================
Mawar Merah
Mawar merah yang kau tuang kedalam gelasku
tlah kuminum kawan
Aku bagai menemui angin dari surga
ketika jiwa yang lusuh ini berpadu mengharu biru
ketika pintu itu telah tertutup
kini pintu itu tlah terbuka
Ada harapan ada kenyataan
Aku ingin menjadi bintangmmu
Aku ingin kau lukis sketsa wajah kita berdua diatas kanvas dan kau ukir nama kita berdua disampingnya
Akan kubuat lagu nan indah terdengar agar kau tidak lari dari ku.
Aku berharap bayangku hadir dalam mimpi – mimpi yang indah di tengah malam
Dan kau terbangun dikala pagi kaupun lihat diriku disampingmu
================================
Untaian Kata
kutunggu untaian kata nan indah seperti daun teh di Brastagi
Kubiarkan ombak membasahi tubuhku di pantai Arta Pariaman.
Kan kudLagu riang tlah terdengar walau sayup -sayup di lereng gunung ceremai
Kini bayang itu tergantikan oleh kawan yang hadir dalam dunia maya.
engar slalu Bait – bait rindu memangil jiwa ini sama kitika rusa di Malino memangil kasihnya.
