Dorongan manusia untuk berubah,dalam arti paradigma berfikir secara konstruktif merupakan merupakan rangkaian proses berfikir
manusia secara imajinatif.Lain halnya permasalahan yang diangap mudah atau gampang untuk mengatasinya.example 1 + 1 adalah 2
tetapi coba anda berfikir kenapa 2 adalah 1 + 1 atau 4 – 2 atau 4 : 2

Kompleksitas masalah di era kekinian tidak terlepas dari semakin besarnya informasi yang kita terima saat ini.Sehinga terkadang
Aspek penagulangannya perlu diatasi dari berbagai sudut pandang yang berbeda.Dari masalah pribadi, bisnis ,keluarga dan takterkecuali
urusan politik.

Mengatasi masalah memang dibutuhkan informasi yang akurat ,benar dan bisa dipertangungjawabkan.sehinga cara penangulangannya bisa
lebih konstrutif tidak sekedar omdo(omong doang) disini perlu kretifitas yang membumi (baca mudah diterima ) .Untuk berfikir kratif memang
perlu adanya masukan masukan dari luar seperti apa yang dikatakan: Clark moustatis, “kreativitas adalah pengalaman mengekspresikan dan
mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, dengan alam, dan dengan orang lain.”
Tengoklah bagaimana binatang yang kelaparan untuk mencari makan.Bisa juga kita lihat sinetron ,film, berita atau infotaiment sekalipun.
Dari masukan- masukan apa yang kita lihat,dengar dan rasakan hingga akhirnya kita bisa membuat imajinasi terhadap problem dimaksud.
Yang akhirnya menghasilkan sebuah gagasan baru / orisinil dari apa yang telah kita fikirkan

Output dari gagasan itu akan berdampak positif terhadap problem yang dihadapi oleh manusia itu sendiri.Karena dari rangkaian proses
yang secara sistematis bisa diuji keampuhannya.serta menghasilkan paradigma berfikir secara konstruktif.

Selamat berimajinasi
Selamat berkretifitas
Selamat beruntung
dan
Anda akan bersyukur Kepada Allah tentunya



Iklan