Kembali ke Alam, sebuah ketenangan yang memikat


Aku bertanya pada orang tua itu Sekarang masih kelihatan segar dan bugar walau telah berumur 60 an.Kenapa
pak?,sekarang mau di kampung terpencil jauh dari kota dan keramaian.”disini lebih enak.tenang ,sunyi jauh dari
suara-suara kendaraan yang berisik.”saya merasa lebih nyaman dan bahagia disini.dan menghabiskan masa tua serta
menunggu kematian.

“Zam kok pulang kampung  ga ngajak-ngajak.Tungguin gue di bandara ya,’gue mau kekampung elu,gue butuh istirahat ,
gue butuh yang segar ,indah nyaman dan sunyi.gue lagi lelah,stress kerja,kerjaan yang nga habis-habis.

” de kita pulang kampung de saja ,mas pensiun dini dan kita ngurusin perkebunan bapak di kampung.

” zam pamit ya ,aku mau pindah ke daerah trans di Sumatra Barat.di jakarta mikirin lapak ajah sebulannya 6 juta
setahun 72 juta udah berat sekarang.Aku mau tani saja seperti saudara-saudaraku disana udah pada sukses.

Kawan ….

Itulah beberapa pengal kisah nyata orang yang kukenal dan masih banyak lagi kisah2 itu.

Sebuah kejenuhan yang tinggal di kota-kota dengan segala permasalahan yang ada. sehinga terkadang kita manusia
mempunyai rencana yang kadang mendadak ataupun direncanakan dengan matang.Kondisi Alam dengan keadaan kondisi geografis yang mendukung untuk berccocok tanam berikut keindahan alam persawahan dengan sungai dan air yang mengalir deras nan  jernih. Ketika mata memandang jauh terlihat betapa indahnya Alam perbukitan ataupun gunung yang begitu indah.Menengok tambak ikan yang besar dengan ukuran ikan yang beragam. sambil berdiri ke arah kolam dengan warna – warni ikan mengairahkan. oh betapa indah Alam ini.

Tengok saja hamparan kebon teh di berbagai tempat ,seolah kita melihat permadani yang hijau terhampar luas. duduk
di saung-saung kecil sambil minum teh hangat dan menghirup udara yang segar nan sejuk.Oh betapa indahnya menatap
itu semua.

Kawan ….

Kadang kata tak mampu melukiskan keindahan Alam yang sebenarnya.Setiap manusia memang ada titik jenuhnya
apakah anda pernah merasakan kejenuhan seperti kisah diats bagaimana anda mensiasati kejenuhan tersebut apakah anda pernah berencana tinggal didaerah pertanian ataupun didaerah yang sejuk ataupun ada pengalaman menarik silahkan anda berkoment disini

Aku meminum air mata air galungung dan kuhabiskan dalam botol air mineral tanpa tersisa
Aku mengambil kelapa di pantai arta pariaman sampai tak tersisa
kucium bau harum bunga itu di brastagi sampai aku teringat tentang kisahku di Kebun jagung di bulukumba
kulihat rusa di hutan malino dan kusapa seorang serdadu sedang berlatih di hutan yang lebat
aku masuk dalam rimbunnya hutan sawit yang berhektar-hektar tak tersadar seorang residivis meyapaku
aku tersadar bahwa ini ada di persawahan metro lampung aku pikir ini di jawa tengah

gemericik air sunyi tenang dan kulihat air seperti kaca kulihat banyang-banyak kekasihku ada di air itu.oh kasihku
betapa cantiknya engkau sehinga kutersadar aku hanya melihat air di sungai kecilku. Tiba-tiba kak mirzam lagi
ngapain seeh. Aku terkaget oh ternyata memang nyata dia ada di belakangku.(hayyah ngayal)


48 respons untuk ‘Kembali ke Alam, sebuah ketenangan yang memikat

  1. waahh.. enak tuh kayaknya. pulang kampung… kembali lagi. cuma rame pas hari lebaran aja.

    kalo bisa ke papua. tinggal di bawah gunung. pasti sunyi… senyap. kayak kuburan. (lho? ngalor ngetan nih!)

  2. Assalamu’alaikum,

    “…..Saat kejenuhan menyapa 1kepinghati?
    Apa kata dunia…….?

    Alam menjawab: Kembalilah padaku, kuberikan engkau penyegaran, dan akan tentram 1kepinghati mu bersamaku.
    1kepinghati menyahut: Baiklah alam, aku akan kembali padamu, menikmati semilir angin nan lembut, merasakan teriknya mentari di bawah rindangnya pohon, so sweet….. ademm….

    (percakapan 1kepinghati dan alam di suatu hari)

    =Kembali ke alam adalah sebuah ketenangan yang memikat=

    Salam Ukhuwah,

  3. Wew..
    Alam memang tiada dua..
    Layak untuk dikasihi juga..
    Mari kita kurangi..
    Dampak penghilangan alam..
    Yg trus terjadi..
    ..
    Met knal ya mas.. 😀

    ======================================================================

    @kawanlama95 : setuju pak, dimulai di rumah kita pak

  4. Aku juga rindu berada di alam yang bersih dan segar, kalo liburan ke alam yukkk 😀

    ============================================================
    @Kawanlama95: boleh kapan kontak aja aku

  5. Waaakakakakaak.. jalan jalan enda ajak ajak yaaa.. makanya saya perhatikan Bandung.. dan puncak sabtu minggu penuh orang stresss.. eee.. orang Jakarta.. hehehe.. saya pernah main di apartemen temen kamarnya dua… saya merasakan kok kaya dihimpit dinding saja.. bisa bisa mati streeeeesssssss..
    Salam Sayang

    ==========================================================================================
    @kawanlama95: pak aku pernah tinggal di tempat mewahlah tapi kerasaan banget malah mau lagi sekarang

  6. “Kembali ke Alam, sebuah ketenangan yang memikat…”

    Hmm…
    Aku suka kalimat ini…

    Salam ukhuwah ya Mas…

    ==================================================================
    @kawanlama95 : terima kasih mas ya kebetulan judul itu yang diinget. salam ukhuwah kembali mas

  7. @diazhandsome : boleh juga tuh kesana aku ada kawan disana kalo mau bareng bawa sepeda sekalian nanti kita susuri gunung2 disana

    @1kepinghati : Walaikumussalam , benar yang kau katakan dalam 1keping hatimu. salam ukuwah kembali

  8. artikel sy sebenernya sangat sederhana, sementara artikel ini jauh lebih baik.. ^_^
    anyway, kata2 memang ga akan pernah cukup mendeskripsikan indahnya alam, tentu saja kita semua berharap semua itu diikuti rasa syukur.. nice post!

    ===================================================================================================

    @kawanlama95 :wah tulisanku hanya mengungkapkan hati aja kok,dan tulisan engkau sob bagus infonya tuh dan menambah kebersyukuran kita

  9. jadi kemaren pulkam.??
    jadi kan9een sama alam dan pen ban9ed back to nature 🙂

    pen9en ban9ed nanti men9habiskan masa senja ato mun9kin sebelumnya di sebuah tempat yan9 teduh bersama suami,luasnya perkebunan.. bermain bersama anak dan cucu aahh indanyaa..*n9ayal.net

    have nice week end 🙂

  10. ah….tar lagi lebaran, bisa pulang “kampung” nih. ah…tidakkkkk, bukan kampung lagi, macetttt dimana-mana (makassar kotaku tercinta)

  11. mencintai desa lantas ikut membangun desa bisa jadi pilihan yang bijak. semoga saya sendiri dapat terlaksana kembali ke desa yang lebih nyaman dan tidak banyak hiruk pikuk.
    Trims atas kunjungannya kawan, semoga persahabatan kita akan terjalin dengan baik.

  12. malam bang
    pa cabar?
    wah senang abang menampilkan edisi alam di postingannya
    like U dech bang…
    salam hangat dalam 2 musimnya blue

  13. Met mlem.. Maaf OOT..
    Saya minta dukungannya di kontes ngeTop ngeTren yaa sob.
    Caranya, kasih komentar di postingan saya..
    Terimakasih sebelumnya ya sobat..

  14. Sungguh aneh memang, saya disini malah merasa terperangkap oleh berbagai keindahan yang dituliskan diatas… Saya bosan hidup di dusun tanpa fasilitas dan kemewahan yang kerap mampir di mimpi dan khayal, saya mau ke kota!

    Yah, orang bermental seperti saya ini, mungkin yg selalu menjadi momok kota, urbanisasi! Tapi saya cuma mau hidup layak seperti mereka juga, tak lebih, saya bukan mau merampok, bukan mau bikin jalanan macet, bukan mau bikin trotoar sempit, saya cuma mau hidup lebih layak!

    Entah kalau mereka menjadikan dusun saya menjadi layak!

  15. Kalau aku suka naek gunung, melihat pohon-pohon besar berbaris riang, melihat embun pertama jatuh ke tanah, melihat buah berri liar, merah menggantung, melihat cantigi, juga melihat edelweis berdendang…

  16. “Back to nature”
    Itu istilah yg sejak beberapa tahun terakhir
    di promokan oleh pencinta lingkungan
    Artinya kite tidak hanya untuk menikmati alam aja
    Tapi turut melestarikannya…
    Peace… See You
    ======================================================================
    @kawanlama95:aku setuju mas, dan dimulai dirumah kita .iyakan

  17. Mulyana : kalo mau kekota gpp pak ato tukeran aja pak sama yang mau ke dusun

    radesya : ya melihat gunung dan pemandangan sekelilingnya memang indah , tapi ngeliat cantiqinya dimana?

  18. Jadi ingat masa kecil dulu. Aku selalu mandi di sungai yang jernih bersama kawan-kawanku. Bermain petak umpet dalam air, main buaya-buayaan, lomba ambil batu di dalam kedung yang dalam. mancing belut di sawah.. Oh indahnya masa kecilku. Sekarang bila aku tengok kampungku. terasa semua keindahan itu tak mungkin dapat aku ulangi. Sungai menjadi keruh penuh dengan sampah rumah tangga. Swah tak ada lagi belutnya gara-gara sering disemprot obat serangga. Mungkinkah kita kembali ke masa lalu….

    ===============================================================================================================
    @kawanlama95: kalo perlu kita ulang lagi mas . gpp biar lebih semangat lagi hidup ,emang buat anak-anak aja ,mas

  19. kembali ke alam…selalu mengingatkan kita kepada sang Pencipta dan merasakan getaran ketenangan akan keagungan dan kesempurnaanNya.
    Pulang kampung, mungkin inilah yang selalu membuatku dan keluargaku merindukan kampung halaman dengan segala kelebihan dan kekurangannya, karena dimanapun kita berada adalah bagaimana kita bisa merasakan ketenangan dan kenyamanan…:)

    *Insya Allah akhir bulan ini aku dan anak-anak akan pulang kampung, do’akan perjalanan kami lancar dan selamat ya…*

  20. kebanyakan ngayal tuhhh… kalo saya jd kak Mirzamnya, pasti udah saya dorong kagetinnya hihihihihihih… salam kenal yahhh 🙂

  21. sekalian yg ngayal, kok ga mampir tawangmangu toh mas.. puncak lawu sungguh indah pemandangan alamnya.. 😀

  22. Ijinkan ku terhempas dan melayang dalam angan, menikmati indahnya alam desa nan menawan.
    Biarkan ku tersungkur di awang-awang, sambil menghayalkan harumnya aroma tanah alam asri.

  23. Dulu aku selalu merasa salah dilahirkan sebagai anak kampung yg jauhhhh dari keramaian kota, setelah berjalannya waktu dan punya kesempatan hidup diberbagai kota rasanya sekarang bersyukur bisa tinggal bersama keluarga di kampung lagi dan bisa tetap ke kota untuk reuni dengan segala hiruk pikuknya.

  24. hufhhh..masih terngiang nyanyian burung pagi..
    masih menggigil kala airmenyentuh kulit ini..
    dan ketika kembali, sesak, dan risih kian menjejali..
    Kawan, setelah membaca tulisanmu aku rindu & ingin sekali pulang kampung..

    -salam- ^_^

  25. baca judulnya dah kerentz bangetz. tehnik yg menarik utk mengawali sebuah tulisan..

    [koment dulu, baru baca 🙂 ]

  26. keindahan alam kampung halaman memang akan selalu membekas di hati sanubari….apalagi udara yg sejuk dan pemandangan yg elok,pasti sulit dilupakan…

    makasih yach da berkenan mampir di blogku….

    cheerss….~_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s