Berhujan dalam basah  berguyur malam tak berpenghuni
petir mengelegar berkabut tipis  walau titik hitam tak terlihat
gegar angin malam memecah kesunyian menghalau sepi
sayup-sayup terdengar dari kejauhan menunggu kawan tak datang

Aku berjalan sendiri
ketika yang lain berlari
aku terduduk diam dengan peluh bercampur debu
ketika orang berteriak memecah sunyi
aku menangis dalam sedih diriku
ketika kawan tertawa dalam riang dirinya
aku tertidur dalam kelelahanku
ketika kalian terjaga dalam kesegaran ragamu

Dalam sedih …….
haru
membisu
aku hanya berkata
dimana kalian semua?

aku bertanya ,” dimanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Aku menangis sejadi-jadinya
aku berteriak sekeras-kerasnya
Tuhan ……
Aku bertanya padaMu dalam kebisuan malam yang hening
apakah aku masih punya harapan

sambil aku terduduk diam membisu
ku hanya sesegukan memandang langit
aku hanya katakan sambil tangan berdoa …

Ya Allah
sang pemilik bumi dan langit engkaulah yang memberikan kekuasaan kepada yang engkau

kehendaki dan engkau cabut kekuasaan kepada yang engkau kehendaki

Ya Allah
aku hanya orang biasa yang hanya mengores kata – kata dan melukiskan ini semua dalam
lembar-lembar yang hina ini

Ya Allah
Dalam doaku aku minta ia datang membawa asaku dalam nyata diriku

Aku

Iklan