Ini memangย  pengamatan di markas pelacuran Beberapa tahun yang silam kami bersama rekan ke daerah nguling kabupaten pasuruan Jawa Timur dalam rangka suatu urusan yang penting di sela-sela waktu kami berkunjung ke seorang germo ( ibu asuh wanita tuna susila) yang kebetulan adalah bibi dari seorang kawan dari awal memang sudah di agendakan dalam rangka silahturahim. sang bibi memang selain mempunyai warung remang-remang dan anak asuhnya alias para wts namun sang bibi punya banyak sawah, kebon , sapi , kambing dan beberapa bisnis yang lain. Di daerahnya sang bibi memang terkenal orang yang cukup mampungan .

Karena sang bibi lagi sibuk kami menunggu di warung remang-remangnya dan akupun disambut dengan seorang wts (maaf harus diceritakan) yang langsung bicara dengan kawanku dalam bahasa madura yang cukup medog , kalau di terjemahkan intinya aku diminta sang wts untuk menjadi tamunya dia, terang saja kawanku yang sudah banyak mengenal para wts tersebut agak bicara dengan keras bahwa aku adalah orang baik-baik dan jangan di ganggu terang saja sang wts takutlah karena kawanku ini keponakan yang punya tempat tersebut.

Tampak sang keamanan alias preman tersebut membawa clurit wah orang tersebut cukup serem juga seeh. setelah itu kami diajak makan. ya akhirnya kami kedapur kawanku sepertinya laper juga dan mengambil nasi dan beberapa lauk sepertinya makannya enak-enak neeh wah banyak makanan protein tinggi dan beberapa perempuan2 itu yang baru datangpun ikut makannya dengan lahap(makan buat tenaga kali ya sebelum…)wah aku sendiri ga berselera untuk makan ….tapi aku tetap masih seperti biasa mengamati orang-orang sekitarnya setelah makan aku duduk didepan warung tersebut sementara kawanku berbicara dengan sang bibi. Ya akupun di suguhkan dengan para wanita itu mereka seperti biasa ya unjuk kekuatan didepanku tapi sory gue nga tertarik tuh dengan mereka kalo akumaupun disitu gratis bro and sist tapi sekali lagi maaf tidak lahyauw hiihhh serem dosa nya sobat kagak lah .Ketika sedang mengamati diluar warung. aku terkaget ada suara adzan Isya tepatnya suara tidak jauh dari tempat remang-remang dan ternyata warung remang-remang ini tak jauh dari mushola aku hanya Istigfar Ya Allah dimanakah para dainya sehinga ada tempat maksiat dekat dengan TEMPAT IBADAH.

Tahukah saudara-saudara setelah pulang sholat dari musholah mereka melewati warung remang-remang tersebut dan terkadang merekapun saling meyapa haahhhh dan lebih menyakitkan lagi di belakang warung tersebut banyak rumah-rumah penduduk dan seringkali anak-anak setelah sholat Isya bermain-main disebelah Warung remang-remang tersebut ooh Tuhan dimanakah para dai.

warung ini bukan hanya sekedar warung kawan-kawan , didalamnya ada kamar-kamar untuk tempat melangsungkan kebejatan mereka. dan yang lebih parah tempat tersebut tidak pernah di razia. dan pemilik warung remang-remang inipun terkenal dermawan

=================================================================================

Sahabat …

tulisan ini dibuat karena keprihatinan terhadap tempat-tempat maksiat yang masih merajalela di berbagai tempat.

sahabat …
tulisan ini masih ada sambungannya dan masih ada kisah juga di kota itu di tempat pelacuran yang lebih besar lagi dari hanya sebuah warung remang-remang

Perhatian
silahkan berkoment ria apakah anda pernah punya pengalaman di tempat pelacuran ataukah sahabat-sahabat berbagi dengan kami bagaimana tehnik / cara mendekati germo agar mau sadar.Terima kasih koment sahabat-sahabat sekalian , semoga pengamatan di markas pelacuran ini menjadi pelajaran untuk kita semua

Iklan