Pelacuran yang kuamati…ohh

Judul Pelacuran yang kuamati ini. Memang terinspirasi dari sebuah perjalanan ke pasuruianSetelah aku menelusuri pantai dan mampir ke Industri pembuatan ikan asin serta kami bernicang-bincang dengan sang pembuat lalu aku ketempat pembuatan senjata tajam (clurit dll) sempat pula datang ke pembuatan batako. serta makan siang di sana. aku kembali ke tempat kita menginap.

sorenya seperti apa yang telah diagendakan kami melewati tempat pelacuran yang lebih besar dari yang kemarin kami berkeliling dengan motor . diluar banyak tempat-tempat biliard wah banyak juga anak-anak muda tersebut nongrong dan sambil menikmati permainan. kartu remi dan domino tak asing lagi disitu.

Pemandu aku memberikan penjelasan seputar komplek pelacuran tersebut dari a sampai z dari dari mana saja asal pelacur tersebut , tentang protes masyarakat, sampai tempat pelacuran tersebut di bakar oleh maaf santri-santri dari sebuah pondok pesantren. ini di ceritakan detail oleh sang pemandu.akhirnya kami di perlihatkan dimana para pelacur dimana kalau mereka di boking dan di bawa keluar kompleks. tarif mereka kalau di bawa keluar cukup murah untuk ukuran Jakarta hanya dengan minimal 50.000 rupiah bisa membawa keluar ini tarif (Tarif pelacuran)minimal pada januari m 2005 murah bangetkan bahkan kalau hanya di tempat 20.000 -30.000 sudah bisa jadi. maklum hanya di kota kecil dan tempat ini hanya di dalam kampung kawan-kawan .

setelah kami mendapat penjelasan akhirnya kami di menemui tokoh muda disana. disuguhkanlah kopi disana an
da mau tau harga kopi dikampung tersebut. Cuma 300 rupiah segelas sedang. kalau di kota kecamatan cuma 500 rupiah . makan saja dengan menu sederhana dengan 1500 rupiah bisa kenyang(nasi, tempe sayuran dan segelas minuman teh manis) wah cukup murah bukan .gimana pelacuran ga murah?

Dan perbincanganpun kita mulai serius dari berbicara dari urusan tentang kondisi geografis, intinya Ipoleksosbud hamkam rata. dan prioritas pembicaraan adalah langkah-langkah srtategis ke depan terhadap daerah tersebut.
sok idealis ya.
=========================================================================================

Sebenarnya banyak kisah yang akan diceritakan namun , khawatir ada hal-hal yang tidak baik dan menimbulkan sara sehinga kisah ini di batasi dan tidak didetailkan belum punya cukup kebranian untuk mengungkap karena telah di sarankan oleh beberapa orang.

Kawan…

Agama adalah menjadi Alat untuk kita menjadi pribadi yang kokoh dalam prikehidupan .dan dengan agama kita mempunyai alat bagaimana mendeteksi bahwa ini baik apa buruk.namun karena minimnya pengetahuan Agama membuat kita menjadi berfikir pragmatis sehinga sebuah keinginan harus selalu dituruti dan bila kita menginginkan sesuatu maka bekerja adalah sebuah kewajiban dan karena proses kehidupan tidak selalu menjadi milik kita maka bergerak adalah sebuah kewajiban dan kewajiban kita adalah Jadikan benteng Agama menjadi tolak ukur agar kita menjadi mawas diri dan INtropeksi dan menjadikan sebuah kebaikan menjadi rutinitas sehari -hari

Kawan ….

Sampaikanlah kepada para pelacur tersebut, barangkali kawan anda, tetangga, saudara atau kawanlama anda
bahwa . ga usah takut kelaparan , rezeki Allah maha luas, ga usah terlalu obsesi menjadi orang kaya. banyak harta , rumah mewah.apa yang diingin bisa terwujud. Yang penting berusaha menjadi yang terbaik ,karena Allah melihat usaha kita.

oke siapa yang mau membantu pelacur tersebut, mungkin anda? ah kalau aku belum mampu membantu mereka. minimal aku menjadi orang baik saja. moga. Semoga tulisan tentang pelacuran yang kuamati bisa menjadikan ini semua bahan pelajaran untuk kit.