Ketika Siang Dalam Tidurku

Aku lapar teriak sang pengemis kepada sibuta tukang pijat keliling.
Pengamen asik menyenandungkan lagu cinta.                                                                                                                                Penumpang bispun menguap ketika mobil yang ditumpangi melaju dengan cepat
Tukang tambal karena angin dari jendela berhembus sangat kencang .                                                                                                Tukang tambal ban berdiri sambil mengusap keringat menunggu pasien yang datang.
penjual minuman di prapatan menawarkan minuman kepada penumpang angkot
sang ojekpun tetap setia menatap penumpang yang turun  walau terik datang menghadang.
Sambil nonton TV Si Bapak menunggu warung kelontongnya.

Ketika Siang Dalam tidurku…..

Tertidur dalam lamunan sepi sendiri tak berarti
mengelayutkan mimpi yang terhempas dari buaian tidur
Terbangun dari tidur yang panjang takberhenti.
habis lepas tak tertidur diam seribu basa
habis sudah ketika siang dalam tidurku
walau semburat asa menghimpun lara

======================================================================

puisi ini sudah pernah di publish januari 26 2009 pada blogku yang lain dan diperbarui dan di posting ulang

Iklan