Ketika hiruk pikuk kemerdekaan terdengar lagi.Suka cita menghamba kasih bergalun aku disini berjalan dalam Kemerdekaan Tanpa Cinta . Sebuah episode cinta dalam kesendirian. Betapapun itu sebuah fakta  tetaplah menjadi sebuah kebahagian bagi orang-orang yang mau berfikir. Entah mungkin sebuah perjalanan yang patut di telaah . Sebuah renungan dalam kemerdekaan Tanpa Cinta

Kemerdekaan Tanpa Cinta

Ketika Terbangun dalam hembusan mimpi
ia hanya sendiri tak ada orang di sampingnya
Adzan subuh berkumandang tak ada orang yang membangunkanya
Sepulang dari surau tak ada yang menyambutnya
Bahkan pintu rumahpun terkunci karena tak ada orang didalam

Melihat kabut dipagi hari tak jemu di rundung kesendirian
Butir asa melayang ketika kawan tak datang menghempaskan beribu makna
Dari butir padi hinga menjadi nasi tak dapat makan di bagi karena   sendiri  lagi
Berjalan … di Siang hari walau tak ada yang  mengikuti karena tak mampu di ikuti
Matahari tepat diatas kepala namun tak ada kawan tuk mengingatkan tuk   berhenti
Kembali lagi dalam jamuan   makan yang hanya di makan oleh  sendiri.. sepi
Petang kan disambut   hangat oleh getar hati melawan sunyi oh  diri
larut kemilau tak berpelangi  maknai diri melamun   sepi

Malam-malam yang panjang kawan
Gemericik air di danau kecil
Terpancar dari sinar rembulan
yang kini …
hanya sendiri dalam
Kemerdekaan Tanpa Cinta

(Mirzam 2009)


Setelah 64 Tahun kita merdeka

Apa kabar
Kemerdekaan
Dalam jiwa-jiwa yang beku penuh kepalsuan

Apa kabar
Kemerdekaan
Dalam satu tarikan nafas yang panjang
Penuh luka-luka dalam pengharapan

Kapankah kiranya kemerdekaan bangsa ini
membawa kesejahteraan
kmakmuran
dan negara kita bebas dari hutang…?!

(S ramilus 2009)

Iklan