Bau harum bunga sedap malam di depan rumahku sudah tercium ketika subuh dan mentaripun belom manampakan sinarnya. terdengar sholawat dari masjid selepas doa tuk beranjak bersalam-salaman sesama jamaah masjid melambangkan persaudaraan yang kental antara satu sama lain. Ramadhan kembali hadir dalam hitungan jam sebuah episode kehidupan
yang akan selalu berputar walau setiap manusia ataupun mahluk hidup tidak bergerak sekalipun. Ya itulah hidup  dia tidak akan melihat siapapun ,apapun bahkan walaupun sekalipun (maksute apa neeeh) .

Hari ini , esok dan lusa adalah hari-hari bersejarah bagi setiap diri karena apa setiap sisi kehidupan selalu akan menimbulkan efek pada masa akan  datang. Dan percayakah suatu ketika semua yang kita lakukan akan berdampak pada
kehidupan selanjutnya.  Seperti apa yang termaktub dalam Al-Quran:

” Pada hari ini kami tutup mulut mereka dan berkatalah kepada kami tangan mereka dan memberikan kesaksianlah kaki  mereka apa yang dahulu mereka usahakan (QS Yasiin :65)

Dan saat itu juga tidak ada seorangpun yang dapat menjadi saksi atas prilaku manusia selama di dunia,kecuali dirinya sendiri.

Aku membaca terjemahan Al-Quran ini seolah-olah menampar diri ini. Memang apa yang telah kita perbuat selama ini hinga kita yakin masuk surga.Bukankah kita masih lalai dan hidup dengan semaunya.Ketika kita menulis tentang  kemerdekaan selalu saja ada tulisan APA YANG BISA BERIKAN KEPADA NEGARA ah akupikir sok hebat kita nulis gitu itu hanya BOMBASTIS  saja. Boro-boro berbuat untuk negara buat diri sendiri ajah ga mampu apalagi buat negara. Bila ingin membantu negara maka bantulah diri sendiri agar tidak berbuat zholim terhadap diri sendiri. Untuk itu  dibulan yang baik ini mari sambut ROMADHON dengan terseyum gembiran namun tetaplah mengharu biru dan prihatin.
Lihatlah diri kita apakah kita telah mempersiapkan diri ini untuk kematian kita sendiri jangan-jangan kita masih  berbuat maksiat sehinga kita tak mampu melihat diri sendir yang penuh dosa. Ah yang kita lihat hanya diri seperti  orang yang tak punya salah.Selalu kita mengatakan kita sudah berbuat kebaikan,sudah banyak membantu orang,kita sudah berbakti kepada orang tua, kita sudah mendidik anak kita ,mengayomi Istri kita(lah kapan punya anak dan Istri neeh) dan kita merasa sudah cukup berinfaQ. Dengan jalan yang tegap seolah-olah kita adalah orang yang paling di hormati.
Sebuah kesombongan diri yang tak beralasan

Sambil merunduk dan termenung , entah ada yang hilang di dalam diri ini. Aku juga terheran sepi.ohh Kenapa merasa seperti ini ya. Sebuah pengalan hidup yang belum berubah oh nasib. Memang apa yang kau cari hidup ini
SAHABAT bukankah kematian itu setiap saat di depan mata kita. Ayo persiapkan diri  (untuk diri ini).Apakah kita  mau  menjadi orang yang CERDAS maka persiapkanlah diri ini tuk hari kematian kita.Tapi aku tak mau mati dalam kesendirian ohh. Mari Sambut Ramadhan dengan hati yang ikhlas tuk persiapkan diri dengan memaksimalkan Ibadah Romadhon.Maree

Udah dulu ya mau keKuburan neeh.Ziarah ke makam Ayahanda tercinta. Wah sepertinya Tarawih pertama di Masjid Agung Cianjur neeh.Wah puasa pertamanya bukan di rumah dah. Terima kasih
Wassalam

Iklan