Renungan romadhon sebuah intropeksi diri


Sayup -sayup terdengar suara sholawat dari masjid , tengadahkan doa dalam buaian kasih Ilahi.Menghantarkan keheningan dalam sujud – sujud yang panjang meninabobokan hati yang terusik mengalun di pagi menjelang sahur dalam renungan Romadhon sebuah intropeksi diri.Ketika kutulis ini memang terinspirasi dari seorang commentator bloger san g punjanga kita kangboed.

Sebuah kisah dalam setiap romadhon selalu ada kisah-kisah menarik untuk diceritakan.Walau dalam setiap romadhon tidak semua cerita akan terungkap dalam setiap episode dunia maya ini. Ketika hari terus berputar dan mentaripun masih bersinar terang dan malampun masih menyambut dalam kegelapan di fana ini. Seorang anak manusia masih terus berjalan dalam hangatnya dosa yang semankin hari semakin besar sebesar gunung semeru di jawa timur atau seluas lautan di samudra indonesia. Ketika sang pendosa mengalun pergi dalam gelapnya hidup yang tak berbagi , ia berjalan tak menentu arah yan dicari hanya segumpal dosa yang terus tertimbun entah mengapa kau tak bertobat saudaraku.

Tersingkap aral dalam hidupmu mengapai sukma yang rapuh bermandikan penuh dosa yang hitam pekat. Ketika jiwa itu terus berjalan menuju kegelapan malam yang mampu membuatmu terpesona dialam lika-likunya hidup bergelimang harta yang membuatmu terkapar tuk  mencarinya. Saudaraku berhentilah berjalan dalam gelapnya malam yang kaupun tak sangup  memikulnya. Masih ada asa dalam dirimu untuk  mengapai indahnya dunia.Pelangi itu selalu ada untukmu dan agin segarpun masih terasa untukmu.gapailah asa itu yang sewaktu-waktu hilang karena kematiankan datang.Sambutlah mentari pagi dan burungpun selalu berkicau menyambutmu tuk mengapai cinta Ilahi.Genapkan hati dan fikiranmu untuk mendapat ampunan dari sang pemilik bumi dan langit.Yang selalu menyayangi setiap hamba dalam mengapai hidayaMu . Semoga Allah mengabulkan permintaan hambamu yang ingin berbuat baik.

Dalam sebuah kebaikan selalu ada celah untuk berbalik untuk kembali kepada jalan yang salah.Setiap manusia memang mempunyai potensi kebaikan dan keburukan karena kita diberi akal untuk selalu memilah dan memilih. Ketika pilihan di perlihatkan kepada dua jalan maka keimananlah yang membuat kita mampu untuk memilih jalan kebaikan. Di penghujung romadhon kali ini bersegeralah menuju ampunan Allah sebelum sisa waktu kita habis di ambil oleh sang penguasa langit dan bumi yaitu Kematian . Maka menuju ampunan adalah sebuah keniscayaan dan adalah wajib bagi kita yang mengaku umat beragama. Allah akan mendekat bila kita mendekat dan untuk itu mari bersegera dalam hidayahnya, amien.

Saudaraku siapapun engkau, dipenghujung romadhon ini mari kita renungkan kembali apa yang telah diperbuat dan begitu banyak dosa yang telah dilakukan. minta ampunlah , semoga Allah beserta kita dalam renungan romadhon sebuah intropeksi diri. Amien terima kasih kepada kangboed sang commentator bloger atas inspirasinya


70 respons untuk ‘Renungan romadhon sebuah intropeksi diri

    1. Tertunduk ku dimalam ini
      Terdiam mencoba berucap nada CINTA
      Alunan Zikir alam semesta sayup terdengar
      menyapa mesra diri lemah tiada daya
      kudengungkan dalam qolbu terdalam
      Nyanyian pengagungan dan penyembahan
      Hadirkan diri dalam CINTA membara
      Perlahan tapi pasti getar menyambut
      Bagaikan gelombang membuat diri tergetar
      Hanyut sudah dalam buaian syahdu
      Diri hilang lenyap dalam pangkuanNYA
      Terang benderang padang terawangan..
      hilang.. lenyap.. tiada keberadaan..

      nikmatnya………………………………

  1. baru saja ini ditulis tentang sebuah intropeksi diri sebuah renungan romadhon . baru saja terjadi sebuah pencurian di masjid komplekku .Alhamdulillah malingnya ketangkep. aduh beraninya nyuri di markasnya kawanlama duh ga tau apa dia. si pencuri nga baca blog aku. Syukur tadi ga di bakar

  2. Selamat pagi kawan lama, Alangkah baiknya kalau kita menyerahkan hidup ini sepenuhnya kedalam tangan Tuhan, karena Dia yang Maha Kuasa mengatur semua mahkluk yang ada di bumi ini. Bulan ramadhan, kesempatan untuk kita instopeksi diri berbenah untuk menjadi semakin lebih baik dan berkenan kepadaNya. Alangkah baiknya jika kita mengikuti aturan Tuhan, sehingga kita menjadi hambaNya yang selalu bersyukur atas takdir yang ditentukan olehNya. Mensyukuri NikmatNya Allah, tidak cepat mengeluh apalagi putus asa. Jika kita berserah sepenuhnya, Tuhan memberikan ketabahan dihati ini, sehingga kita akan melangkah dengan ringan karena tidak ada yang dikhawatirkan lagi, karena Allah mencukupi seluruh apa yang kita perlukan . Terima kasih postingan yang bagus, Sukses untuk kawan lama.

    Regards, agnes sekar

  3. Assalaamu ‘Alaikum
    Selamat Pagi !!!
    Pagi ini Abifasya menyapa sahabat dengan penuh kerinduan,
    Mari sambut hari senin ini dengan penuh keceriaan dan harapan untuk senantiasa mendapatkan Ridla Allah, awali langkah kita saat hendak barangkat kerja dengan “Bismillah”, semoga Allah menjadikan langkah-langkah kita sebagai amal shaleh.
    Dan jangan pernah berkata : “Aku Benci Hari Senin”
    Salam Ramadlan penuh Berkah.

  4. Kawanlama, memang moment yang tepat menjadikan romadhon untuk wawasdiri, saat yang diyakini sebagai bulan penuh rahmah bagi yang diriddoinya..

    Hampir setiap hari kita berbuat dosa, bahkan hingga saat ini.. Walau mungkin tak disadari..
    Salam sahabat dan damai selalu!

  5. Alhamdulillah, terima kasih sahabat telah mengingatkan kita semua untuk senantiasa ingat melakukan refleksi, menengok kembali ke dalam, begitu banyak sisi kelabu dan bahkan tergelap di dalam diri ini. Dan ramadhan adalah salah satu momen paling tepat untuk melakukan semua itu. Meski tentunya introspeksi dan perenungan itu bisa kita lakukan setiap saat ketika kita tersadar bahwa kaki-kaki ini tengah melangkah di atas jalan kesesatan.
    Dan karena kasih yg tak bertepi lah yg membuat diri ini masih mampu membedakan mana yg putih dan mana yg hitam, dan semoga juga kita senantiasa diberi kekuatan untuk bergerak menjauhi noda hitam itu selamanya, amiin…

  6. wah, tulisan yang penuh renungan ya, dan dikemas dalam paragraf yang puitis 🙂
    rasanya takut mas kalau mengingat doas. pdahal udah berusaha biar ndak khilaf, tetep aja banyak kecolongan…

  7. setuju… ramadhan adalah etape yang sangat bagus untuk melakukan permenungan… ramadhan adalah saat untuk mengevaluasi diri… semoga setiap ramadhan yang kita lalui selalu bisa memberi manfaat kebaikan bagi diri kita semua… amien….

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

  8. bang……..tahu tidak blog blue sudah berturut turut terpilih di blog of the day
    wh ini kan kebanggan abang juga karena abang selalu mensuport blue makasih ya bang
    selalu mengikuti postnya blue

    termasuk dalam kelompok 100 dr semua blog di indonesia kan sangat bangga kan bang
    pokoknya blue selalu berhaarap abang jangan jauh dari blue ok
    salam hangat selalu

  9. Memandang alam dan mendengar nurani. semoga renungannya memberikan cermin diri supaya kedepannya lebih baik. Apa kabar Kawan……semoga makin khusuk menjalani saat2 terakhir Ramadlan.

  10. __kang kawan celahnyakan kalo bisa ditutupkan??jgnkembali lagih..ahahay__
    __kangboed emang selalu ada untuk sahabat2nya..trimskang..trims kawan 🙂 _
    __semoga kawan dan sahabat2 bisa sampai kefitrahnya…amiin__

  11. Saya mengucapkan, mohon maaf lahir dan bathin, selamat hari raya idul fitri 1430 Hijriah, 2 minggu saya mudik ke kampung halaman tercinta, ^_^…V terima kasih sobat miss you

  12. Semoga kita berhasil mendapatkan ampunan di bulan ini. Amiin.

    “……Sesungguhnya Jibril telah datang kepadaku lalu berkata,’ Celakalah orang yang mendapatkan bulan Ramadhan, tetapi ia tidak diampuni,’ maka aku berkata, ‘Amin’. Lalu ketika aku menaiki tangga kedua dia berkata,’ Celakalah orang yang mendengar namamu disebut, tetapi ia tidak bersholawat atasmu.’ Maka aku berkata, ‘Amin’. Ketika aku menaiki anak tangga ketiga, ia berkata,’ Celakalah orang yang menjumpai kedua ibu bapaknya yang telah tua atau salah satu dari keduanya, tetapi mereka tidak dapat memasukkannya ke dalam surga.’ Aku berkata,’Amin’.” ( HR Hakim )

  13. sebuah perjalanan romadhon yang berbeda kali ini. ketika jiwa merambah dalam kekhsyuan namun tak mampu berkat-kata, setiap gores yang kulalui hanya ada pengharapan menuju keampunanMu ya Allah

  14. persoalan terpentingnya adalah seperti apakah kita setelah Ramadan….
    jika kita benar-benar lebih baik, maka itulah fitrah dan sejatinya itu adalah hakikat untuk apa ada ramadan itu…

  15. Saudaraku siapapun engkau, dipenghujung romadhon ini mari kita renungkan kembali apa yang telah diperbuat dan begitu banyak dosa yang telah dilakukan.

    Ya, dan fastabiqul khairat juga. 🙂

    Semoga selepas ramadhon, kita semua bisa menjadi pribadi yang berbeda, pribadi yang lebih baik. ^^

  16. aku berjalan dalam gemuruh agin dingin yang begitu sublim
    aku terisak terus berjalan walau dalam kesendirian
    sunyi sepi ….
    oh hempaskan saja kataku menghimpit sejuta makna
    lelah hati walau hidup tak berbagi

    aku hanya memangil hatimu kasih
    apakah kau tau
    jeritan hati ini mengalun rindu
    tuk bertemu di alam lain

    1. Mengapa masih merasa sendiri?
      bukankah selalu ada DIA yg menemani…
      yakinlah bahwa kekasih itu selalu memandangmu meski hanya dari kejauhan, dan karena itu tersenyum lah 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s