Menatap langit


Aku terdiam duduk menengadah menatap langit
membisu dalam cakrawala luas
terpekur dalam munajat kepadamu Allah
tuk menghiba diri

Terisak dalam samudra biru yang luas
di hempas malam tertunduk malu
Berdoa dalam dzikir kepadamu Allah
tuk katakan lemahnya diri

Dalam sore yang mendung mendegar orang berkata tertawa terisak mengaduh memohon ampun padamu Allah
sinkirkan debu – debu dalam raga yang tersumbat oleh dosa yang terhitam pekat
menharap ampunan dalam buaian kasih putihMu yang indah dalam romadhon yang sepi terdengar
gemertak tubuh mengaduh membeku begitu sublin terbuai kaku menghimpun dalam jiwa yang rapuh

Duhai Allah ku hadapkan wajahku PadaMU
hanya meminta diri dalam buaian angin surga
yang mengharap pengapunanmu tuk katakan
dalam menatap langitMu yang luas


24 respons untuk ‘Menatap langit

  1. Tertunduk ku dimalam ini
    Terdiam mencoba berucap nada CINTA
    Alunan Zikir alam semesta sayup terdengar
    menyapa mesra diri lemah tiada daya
    kudengungkan dalam qolbu terdalam
    Nyanyian pengagungan dan penyembahan
    Hadirkan diri dalam CINTA membara
    Perlahan tapi pasti getar menyambut
    Bagaikan gelombang membuat diri tergetar
    Hanyut sudah dalam buaian syahdu
    Diri hilang lenyap dalam pangkuanNYA
    Terang benderang padang terawangan..
    hilang.. lenyap.. tiada keberadaan..

    nikmatnya…..

    1. Memuji Alloh adalah kewajiban kita setiap saat setiap waktu,,puisimu menyentak jiwaku tuk bersyukur padanya dengan banyak memperhatikan ciptaannya..

  2. Langit adalah satu tanda kebesaran NYA, menatapnya dengan mata dan hati akan mengantarkan kita pada hamparan keagungan NYA. Di sana tersebar ribuan bahkan milyaran bintang yg tak pernah berhenti bersinar, ada bulan yang memancarkan cahaya kelembutan. Satu dan lainnya saling melengkapi dan bergerak di tempat yg telah disediakan secara harmonis, melambangkan satu keseimbangan yang berporos pada satu titik, yaitu Titik kekuasaan Yang Serba Maha…

    Semakin lama kita menatapnya maka semakin nyatalah bahwa di sana tersimpan beragam keindahan dan pesona kecantikan…Sebenarnya apa yg tampak oleh mata kita sangatlah tak sebanding dengan apa yg sebenarnya tersaji di sana. Dan itulah satu bukti kelemahan kita…Maka seharusnya semakin sadarlah kita betapa kecil diri ini, betapa tak berarti dan tak berdayanya jiwa ini…

    Semoga satu bukti keagungan NYA itu selalu membuat kita untuk ingat berucap dzikir dan kata pengampunan kepada NYA…

  3. Assalamu’alaikum,
    Saat-saat paling bermanfaat bagi kita adalah saat kita menyesali semua kesalahan dan kelalaian diri dihadapan Allah. Saat kita mengakui kelemahan diri kita dihadapan Tuhan yang menggenggam langit bumi dan seluurh isinya, hingga kita meresa begitu kecil dan tidak berdaya kita, Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil aliyil ‘azhiim. (Dewi Yana)

  4. assalamu’alaikum

    sungguh bulan yang penuh berkah, yang sebentar lagi akan kita tinggalkan, akankah hamba dapat kembali bersua dengan bulan ini ya rabb…???

  5. tatapan itu lanksana hembusan angin di pagi hari
    sejuk ,dingin membeku
    aku ingin datang membawa selaksa cinta
    duhai kekasih

    kemana engkau
    menghapus hari-harimu yang lelah
    aku ingin pulang dalam
    pelukanmu sayang

  6. Menatap yang luas tak berbatas, menyadarkan diri ini adalah titik kecil, sangat kecil,…
    munajat yang syahdu….
    postingannya keren-keren 🙂
    trimakasih sudah berkunjung ke blog perempuannya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s