ketupatRasa bahagia meyeruak hadir dalam setiap insan , meyambut gema takbir berkumandang, di sela gemericik hati bernuasa indah mengalun di pagi hari. Ketika kemilau pagi meyapa dalam buaian kalimahMU, Allah . Aku terpekur memandang jama’ah dari berbagai sudut. Terlihat jelas , seyum-seyum yang bahagia hadir dalam semerbak kegundahan Saudara kita yang lain. Khutbah Idul fitri mengungkap realitas sosial masyarakat yang nota bene jauh dari apa yang dinamakan kesejahteraan . Miskin adalah sebuah fenomena klasik dari zaman kezaman . Ketika ini menjadi halangan untuk beribadah maka siapakah yang bertanggung jawab dari realitas sosial saat ini. kata yang tepat adalah adalah belajar dari kemiskinan di hari raya idul fitrisebuah kisah sedih menyambut kesabaran diri. oh empati sebuah keharusankah.

Berbagi adalah kata yang mudah diucapkan dan ditulis di berbagai blog. Ini sebuah niatan awal yang baik untuk setiap diri untuk mensugest kepada diri agar kita memikirkan apa yang menjadi kekurangan orang lain. Harta dan sejenisnya memang bukan teramat penting namun ia

menjadi penting bila mana karena hata tersebut bila ada menjadi tiada. Contoh pergi haji .apakah sampai bila kita tidak mempunyai dana bisaΒ  ke mekah . lah kan daftarnya pakai dana.Sudahlah ini menjadiΒ  sebuah kerangka berfikir agar kita menghargai apa yang dinamakan proses pencarian rezeki.

Aku jadi teringat ketika itu aku bertakbiran di kampus Unri di masjidnya hingga aku berlebaran disitu walau keluarga besar kawanlama95 memang cukup banyak di riau terutama Pekanbaru tapi aku lebih memilih untuk bertakbiran di masjid kampus unri yang telah sepi ditingal oleh mahasiswanya karena pulang kampung . kami hanya bertiga aku orang Bogor satu lagi dari Bandung dan satu lagi Tanjung pinang. Singkat cerita kami belom makan ketupat sampai jam 12 siang …. ywah ini sebetulnya hal yang kecil toh kami sebetulnya bisa makan di Rumah makan ataupun di family kami namun ada pada saat itu ada nuansa yang berbeda saat itu . tapi kami mencoba untuk sabar dan merenung dari situ timbul sebuah kata sependeritaan dan ternyata menambah kuat diantara kami .

Aku jadi teringat kembali ketika di salman ITB seorang mahasiswa yang terbengkalai skripsinya karena tak ada uang kiriman dari pihak keluarga. karena orang tua mereka tak mampu lagi untuk membiayai. Aku mendengar semua yang ia ceritakan hingga ia berkata ” saya sudah terbiasa tidak makan 2 hari namun hari ketiganya biasanya lemes . HMMM inikah contoh klasik sebuah kemisikinan di tengah-tengah kita.

Sahabat ….

ditengah keriangan ini tentu ada kegelisahan ada kesedihan,keharuan datang silih berganti hidup dan rodapun selalu berputar hingga ia akan berjalan sesuai irama langkah yang ia mau. Langkah itu terus berjalan sampai pada puncaknya perjalanan yaitu kematian yang tak tau kapan ia akan datang. Walau diri menghiba sedang jiwakan gelisa maka apa yang kita tuntut terhadap diri ini. bila diri tak bergerak menuju arah yang dikehendaki maka sebuah kata yang tepat di pagi ini adalah Bergerak tak pernah mati . Maka belajar dari kemiskinan di hari raya idul fitri adalah perlu dan penting ,agar kita lebih mawas diri dan mau melihat saudara kita yang kurang beruntung ,semoga menjadi renungan di hari ini.Amien

Iklan