kemanakah engkau pergi sahabat ?


Kemankah engkau pergi sahabat , ketika jiwa telah berpudar dalam peraduan kata sebuah kata tlah tergores dalam bingkai di maya maka aku katakan kepada hati nurani dimanakah diri ini. yang tak lama berkalang tanah. sebuah episode akhir kehidupan yang tak menentu arah. Bila daun – daun akan berguguran dan bunga-bunga itupun akan layu. Maka air akan selalu menjadi tumpuan kehidupan .yang tak mampu untuk di tolak

kemanakah engkau pergi sahabat, telah berjuta kata ku toreh dalam setiap bait-bait rinduku yang mengalun terus kutulis .apakah engkau mengerti apa yang telah kutoreh Sahabat? aku tidak memintamu untuk menjawab dalam lembar-lembar apa yang telah kutulis namun aku meminta apa yang menjadi kehendak nuraniku. walau kau telah pergi aku tidak meminta mu untuk kembali. akan kau biarkan engkau pergi walau badai itu tlah datang. aku melepasmu dengan suka cita tanpa ada peyesalan setelah kita bertemu. biarkanlah kehendakmu pergi bersama angan-angan yang kauhendaki gapailah mimpi-mimpimu dan kau tengok keatas bahwa mentari telah di atas kepala. Panas memang, hempaskan saja walau panas mentari itu nantipun mentari itu akan terbenan di bawa sang malam.

kemanakah engkau pergi sahabat, di alam lainpun aku telah berkata kepadamu biarkanlah diri ini menghapus jejakku dalam bait – bait yang terus kugores dalam kata-kata yang tak menentu, biarkanlah kata ini mengalir kedalam sukmamu yang kau sambut dengan hangat biarkanlah hariku begitu indah dan setiap kata yang kugores tak mampu membuat semuanya berubah. oh sebuah angan-angan kosong di siang bolong . Mimpi indah tentang  dunia nyata yang menharu biru. sebuah elegi kehidupan yang tak pasti .Biarkanlah orang lain menebak dengan nuansa asumsinya , biarkanlah analisa berkembang menjadi sebuah kata yang dinamakan fakta. Oh sebuah sebuah soft propaganda dalam dunia lain yang carut marut merintih kesakitan. tergelepar tertembak peluru tajam yang sudah bernama.

dalam diamku aku mengores untuk kalian yang diriku mengugat kalian kemana kalian pergi, aku disini terdiam seribu bahasa yang aku tak sangup untuk menahan semua goresan yang tak menentu arah. Walau aku masih sangup untuk tidak katakan apa yang sebenarnya terjadi. Aku masih sangup katakan tidak walau bara api melepuhkan kulitku,hampir pasti kukatakan kepada engkau sahabat. nuraniku  masih terbuncah walau hari – hariku hampir kutak sangup untuk menahannya. Oh idealisme yang membuatku miskin akan apa yang dinamakan Takdir

Sebuah catatan kecil dari sebuah persahabatan , kemanakah engkau pergi sahabat ?


59 respons untuk ‘kemanakah engkau pergi sahabat ?

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Aku kan gak kemana-mana.
    Wakakakakakakakak
    (mungkin perlu dipertnyakan; siapa yang meninggalkan dan siapa yang ditinggalkan)

  2. sahabat maafkan aku yang telah meninggalkanmu tapi aku pergi kan kembali lagi itupun gak lama koq, sekarang aku disini kembali untuk menemanimu sahabatku hehehe gak nyambung ya…
    biarlah dan ikhlaskanlah sahabatmu pergi utk meraih kebahagiaannya 😉

  3. sobat.kmana dirimu
    anginpun tak prnah mampir menitipkan kbarmu.
    para sobatmu sring brtanya tntangmu
    mengingat ketika dulu
    tak prnah absen
    datang k kedai
    sekedar sarapan
    dan brbagi cerita.

  4. di kala masa berputar.. di kala tiada tempat lagi untuk idealisme.. di kala kejujuran sedikit demi sedikit mulai punah.. entahlah jaman seperti ini melindas dan memakan korban.. biarlah kita tetap eling dan waspada.. walau tergusur takdir dan perputaran.. karena akan tiba masa kebangkitan yang di awali dengan penghancuran.. mari bergandeng tangan erat jiwa jiwa yang merindukannya
    salam sayang

  5. persahabatan tak pernah pergi, dia selalu datang. persahabatan memang tak ada yang sempurna, tapi dari persahabatannlah adanya sebuah penyempurnaan *tuh kan, orang sinting ngomong nggak jelas*

    coba di suruh nemenin cewek sexy, kumat deh pastinya hi hi hi *tambah gak jelas*

  6. sahabat adalah yang paling mengerti apa yang kita butuhkan. Ketika sahabat telah pergi sudah dipastikan tidak ada gantinya kecuali kita membuat sendiri sahabat yang baru.

  7. Assalamu’alaikum,

    Persahabatan itu indah . Namun persahabatan hendaklah berbentuk silaturahim ( jalinan kasih ) , dan silaturahim tidak boleh diputuskan. Silaturahim bukan hanya pada waktu lebaran saja, tapi seumur hidup.
    Terima kasih

    Salam

  8. “kemanakah engkau pergi sahabat, di alam lainpun aku telah berkata kepadamu biarkanlah diri ini menghapus jejakku dalam bait – bait yang terus kugores dalam kata-kata yang tak menentu, biarkanlah kata ini mengalir kedalam sukmamu yang kau sambut dengan hangat biarkanlah hariku begitu indah dan setiap kata yang kugores tak mampu membuat semuanya berubah” aku masih disini tetap merenungi setiap tulisan semua sahabat yang tergores Bang 😀

  9. Kemana ?
    Ah, nggak kemana-mana koq.
    Habis tukang gendongnya yang biasa bilang : tak gendong kemana-mana…………..sudah almarhum.
    Hmm, ada yang mau gantiin nggak ?

  10. Engkau adalah sahabatku..bahkan lebih…kata Iwan Fals.. 😀
    Biar pun pergi..seorang sahabat, akan tetap selalu ada di hati…
    Salam hangat.. Salam damai selalu, sahabatku…

  11. dia telah pergi mambawa kebahagiannya , akupun ikut mendoakannya semoga berbahagia dengan kekasih hatimu dengan membawa selaksa harapan menuju cita-cita yang hakiki. Sebuah perjalanan dalam maya dan begitu indah untuk di gores dalam sebuah cerpen yang akan di Terbitkan, semoga. Amien

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s