Petang itu kami berangkat menuju tempat kebahagian bagi penikmat Alam. Sebuah kebahagian selalu tercurah bagi kita semua yang menikmati hidup ini dengan kebersyukuran. Sebuah elegi kehidupan yang dinamis. Sepatah kata kuucapkan untuk sahabat yang sedang berbahagia. Semoga engkau selalu berbahagia selalu dalam kondisi apapun, semoga. Pemberangkatan sore hari yang indah, meluncur dengan menikmati Alam dari kanan kiri jalan2 yang kulalui.

Setelah melalui 330 Km kami berjalan aku terhentak kaget Melihat layar monitor terus menerus memberitakan gempa di ranah minang dengan kekuatan gempa  berkekuatan 7,6 skala di barat daya Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu sore (30/9. Padahal beberapa hari terakhir ini kami merasakan sebuah kebahagian yang tak terlukiskan . .

Gempa di Ranah minang membuatku terhentak kaget. Ada keharuan yang terpendam didada ini. Karena kamipun baru membicarakan tentang gempa di Sumatra barat dan keluarga kamipun sudah terbiasa mendegar berita itu .namun kali ini . gempa di ranah minang begitu besar , berbeda dengan sebelumnya.Aku lihat dari layar monitor tempat-tempat yang seringku lalui ketika di kota Padang Luluh lantak , sebut saja kampung cino , kampus Unand , Sentral Pasar Raya Padang, Dan korban jiwa terus menerus bertambah saat ini kutulis Jam 16.00 sudah mencapai 348 orang .

Jumlah tersebut berasal dari tiga daerah yaitu Kota Padang sebanyak 195 orang, Kabupaten Padang Pariaman 150 orang dan Kota Pariaman 3 orang.Selengkapnya baca di sini

Sampailah aku pada tempat tujuanku di rumahku, ketika petang dalam gerimis hati yang membuncah, membuka kesadaran penuh makna dalam pengembaran jiwa yang kian meradang terhadap sebuah kisah anak manusia di kolong langit. Langit sendu di Ranah minang mengeryitkan waktu yang terus berputar. Kehidupan terus merambah dan haripun akan terus menganti. Selaksa angan terus memutar asaku yang kian membara dengan saudara-saudaraku disana di tempat Kost kawan-kawan lama ku di kota padang, andi, zul, lukman, syafril, dan masih banyak .

Bagaimana kawan2 wisma mujahid , wisma ishlahy gimana kabar kalian?

kawan-kawanku disana. dimana kalian aku terus menghubungi kalian safra gimana engkau bersama suami tercintamu. semoga kalian tetap baik-baik saja. Oh kampus kenanganku yang terindah Kampus unand yang membawa sejuta kisahku di kota yang pernah ku tungingali. dan sekarang luluh lantak. oh pariaman akupun masih ingat dengan sahabat, yang kuangap orangtuaku yang kebetulan Anggota dewan aku masih ingat sewaktu kita makan di Rumah makan favorit engkau ya Ustadzku yang tercinta . Semoga engkau masih baik2 saja dan menjalankan amanah dengan baik amin.

Kota Padang dan kota Pariaman adalah kotaku yang tak terlupakan dimana aku pernah tinggal dan singgah
Sebuah kenangan dalam memory kepalaku yang saat ini sedang berkerut melihat kota kenagan ini luluh lantak di terjang Gempa di ranah minang

Iklan