melucur ke sebuah daerah yang sedang mengeliat sebuah kota kecamatan di Jawa barat. Dengan sedikit bertanya ke beberapa orang dan akhirnya sampailah ketempat tujuan. Dengan diantar seorang pemuda sampailah di warung Minuman keras yang kutuju. Mata ,kuping dan otakku kukonsentrasikan dengan maksimal walau secara sikap aku tetap bersikap luwes tanpa ada sedikitpun orang disekitarku curiga. Disambut dengan ramah layaknya seorang tamu yang datang dari jauh. bertahun-tahun tak datang kekota ini sudah banyak perubahan yang terasa. jalan yang begitu macet dan jumlah mobil , angkot dan para pedangan begitu banyak. para pembeli atau hanya sekedar lewat terasa begitu ramai.Maklumlah tempat yang kukunjungi memang adalah tempat keramaian ya tempat ini memang tak jauh dari pasar.

Sang pemilik toko ini rupanya cukup dikenal dan populer tentunya sang bapak berperawakan tinggi ya -+ 170 an cm berkulit putih , pupil matanya agak ke abuabuan kutatap dengan seksama seperti orang yang meyembunyikan sesuatu. Selain minuman ringan dan makan2 kemasan serta tempat penjualan Hp sekaligus tempat servisi Hp dan beberapa kardus 2 minuman ringan dan air mineral dan hanya segelas air sepertinya dari warna airnya tampak kasat mata seperti minuman keras. Tapi aku tak melihat kardus 2 minuman keras. Aku duduk baru 15 menit tiba-tiba datang seorang pemuda datang dengan memberikan uang 15 ribu dengan meyapa si bapak di sebelah kananku , beli air pak? aku hanya pura2 tak melihat gerakan sang pemilik toko . Langkah kaki sang pemilik toko ke arah belakang dan ternyata mengambil sebotol Minuman keras dan membuka tutup botol itu dengan lincahnya dan memasukan minuman itu ke selembar plastik bening dan hidungku mencium Aroma itu . ternyata memang benar itu minuman keras dan sang pemilik toko itupun membuang botol minuman itu dikeranjang. ternyata misiku tak sia-sia. selama 1 jam saja orang berkali-kali datang untuk membeli dari eceran hingga ingin partai besar dari informasi yang kupunya ternyata transaksi untuk partai besar tidak dilakukan siang hari tetapi sebelum subuh hari .

Sang pembeli minuman keras beragam dari anak2 muda hingga orang tua dari orang biasa sampai aktivis ormas pemuda dari bertampang biasa sampai yang perlente. Semua kejadian di depan mataku semua sudah kusave di memory ini. Aku jadi teringat ketika di Pekan baru dulu seorang pejahit mengatakan wah si fulan di nga bisa masuk kampung kita , kenapa pak ? wah dia bisnisnya merusak generasi muda bakalan di usir oleh adat kita.

Syukurlah orang itu belom pernah lagi pulang kampung bertahun-tahun Dan Alhamdulillah kampung kami tak ada korban atau rumah yang rusak satupun. Ya Allah betapa banyak orang2 menjadi korban Gempa di Ranah Minang rumah , gedung, surau dan sawah ladang kami menjadi kuburan masal . Apakah kita sudah meningalkan Allah , atau kita sudah tidak amanah lagi menjadi orang beriman . Betapa maksiat kita telah banyak hingga kita lupa diri, apakah sudah sadar kematian kita sudah dekat. jauhi minuman keras dan narkoba

Iklan