Menunggu Kawan


Kawan

Kuterusik menghantui kalbu ….
Suara memecah keheningan malam
Keringat kerja melepas kantuk
Suara detak jam menghangatkan suasana hati yang riuh rendah
Tengok berita hacurkan hati , ..seorang kawan mati tertusuk oleh kawan sendiri

Kawan

Keluar kamar tengok bulan mencari pagi
Masih adakah pagi, ketika Dentum meriam hanguskan kawan Palestin
Bocah – bocah terisak sakit menahan tangis .
Bocah lainpun berlumur darah …Menunggu kematian yang didepan mata
Gundah hati menahan iba.

Kawan

Esok pagi mungkin cerah
Terhanyut asa mengapai bintang
Halau duri semak belukar
Berjalan lurus tanpa ikatan
Berhenti sejenak menunggu kawan


23 respons untuk ‘Menunggu Kawan’

  1. udah damai dari pihak pemerintahnya,tapi belum dari pihak masyarakat.tentu saja tidak mudah menghilangkan dendam yang sudah mendarah di kedua belah fihak.

    1. tapi jangan lama lama temani mas kawanlamanya ya,om indra………ntar blue siapa yg temani hahaha…..
      pokoknya blue selalu dukung seratus persen kreativitasnya abang blue ini mas kawanlama
      salam hangat selalu

  2. kawan
    benar ucapmu
    kawan yang tertusuk sudah dikubur
    dentum meriam sudah tak mengiang
    isak tangis bocah berganti tawa renyah
    kau sudah disini, apalagi yang perlu disesali?
    berjalan lurus bersama teman

  3. mendengar kawan mati, menyakitkan hati…
    menyaksikan kawan mati, mengoyak hati…
    kawan…semoga masih ada kawan yang tersisa untuk dinantikan…
    Entah tuk berapa lama….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s