Terjerat Hutang


Terjerat Hutang…

Ia bercerita tentang kegundahan hatinya ,tampak sedikit memelas .Bercerita berbagai hal terutama tentang kesulitan hidupnya yang berhutang dengan seorang rentenir. Oh kasian dalam hatiku. Aku dulu sudah cukup sukses dan bekerja sebagai tenaga kebersihan dan penangung jawab keindahan taman. dan punya anak buah beberapa orang di sebuah lapangan GOlf. Baginya kehidupan sebagai pekerja di lapangan golf sunguh meyenangkan dan secara ekonomi cukuplah untuk makan sehari-hari untuk istri dan anaknya satu orang. Tetapi kenapa saat ini ia terjerat hutang. Sungguh ironis.

Berceritalah ia dari a sampai Z mengapa ia sekarang terjerat hutang, setelah ia di pecat karena tidak bisa mempertanggung jawabkan anak buahnya yang mengambil motor bossnya sehinga ia harus bertanggung jawab padahal ia tak meyuruh anak buahnya untuk mencuri motornya. Sehinga ia harus bertanggung jawab.

Ketika pekerjaan sulit ia memberanikan diri untuk meminjam uang untuk modal berjualan kembang singkat cerita mulailah ia berjualan dengan modal yang di pinjamkan oleh rentenir dengan bunga yang cukup tinggi . ternyata hari berganti hari dan belan berganti bulan . penjualan kembang tidak menampakan hasilnya namun ia tetap harus membayar bunga dari pinjaman tersebut dan ternyata tidak sesuai diperkiraannya. karena ia harus membayar bunga yang cukup tinggi maka uang untuk makan terasa kurang akhirnya meminjamlah ia dengan yang lain. dan pada akhirnya di pertemukanlah aku dengannya.

Dengan kehidupan yang prihatin itu mendekatkanlah ia pada sang khalik. Dan tampak ia sering ke masjid. dan berceritalah ia tentang kehidupan. heran aku cukup trenyuh tentang kehidupannya sehinga aku memutuskan untuk membantunya. Kutanya berapa yang dibutuhkan pada saat ini. akhirnya terucaplah nominal yang ia butuhkansehinga aku keluarkanlah uang itu untuk membantu usahanya. sehinga tanpa disadari aku telah bermitra dengannya. sehingga ia berceritalah lagi untuk mengembalikan uang yang dipinjam untuk rentenir. akhirnya keluarlah uang itu untuk melunasi hutang-hutangnya sehinga ia bilang sudah selesai.

Namun apa yang dia katakan tidak semuanya benar ternyata hutang-hutangnya masih banyak tidak hanya saja kerentenir namun ke banyak orang. oh sebuah kata yang tidak semuanya diungkap. singkat cerita putuslah kemitraan kita dalam usaha ini. uang yang di berikan ternyata hanya untuk menangulangi hutang – hutangnya. sehinga kami meminta agar uang kami dikembalikan dari halus hingga hampir sampau kekerasaan. Namun akhirnya aku sadar .. biarlah kita belajar mengikhlaskan sesuatu dan rezeki Allah sunguh berlimpah di muka bumi. semoga Allah mengembalikan apa yang kita telah keluarkan Amien. Semoga kawan-kawan jangan sampailah terjerat hutang


25 respons untuk ‘Terjerat Hutang’

  1. Sy punya cerita yg mirip2… Hidup apa adanya, sesuai dg kemampuan kita, adalah kunci menghindari jeratan hutang.. Berhutang tentu boleh, terjerat hutang jangan… 🙂

  2. InsyaALLAH DIA akan membalas dengan yang berlimpah untuk sesuatu yg telah dikeluarkan asalkan itu ikhlas..Dan mungkin satu pembelajaran buat kita bahwa jangan terlalu mudah percaya kepada ucapan orang lain, apalagi terkait dengan pemberian bantuan kepada orang yg baru dikenal…

  3. iya mas, terkadang ketika menagih hutang malah jadi malu..masalahnya ketika ada orang minjem begitu manis tapi pas disaat kita butuh susah..mending diikhlasin anggap aja shodaqoh

  4. sudah nasibnya orang susah mas penuh dengan hutang. aku pernah juga berurusan dengan rentenir si buaya darat itu. cara yang digunakan rentener sungguh licik, tiap hari mempresure , hingga mengikuti perjanjian perubahan jasa pengembaliannya yang lebih besar. uuh, siang malam tak tenang tidur, sampai hutang itu lunas mas. jangan sampai ketemu lagi dengan renteneer.

  5. hmmm tapi kemiskinan selalu memaksa orang tergelincir dan akhirnya terjebak dalam jeratan hutang,,,,, gimana tuh jadinya,,,,? he he he 😀

    silahkan mampir ke gubuk saya.

    Salam kenal kawan…

  6. Sekarang saya lagi mikir mau ngambil pinjaman di bank dan pembayarannya dengan cara pemotongan gaji saya tiap bulan. Uang tersebut rencananya akan saya belikan rumah, walopun hanya berupa gubug reyot, karena selama ini saya dan ortu masih numpang di rumah paman.
    Tapi, guru ngaji bilang, barang siapa yang terlibat dengan riba (bunga) maka kehidupanya gak akan barokah… nggak jadi ngutang deh…
    Jadinya…ya…numpang dot com terus nih… 🙂

  7. Wah.. ternyata anak-anak hutangnya banyak banget ya mas…
    Hutang menjerat begini, menyusahkan.

    Kalau akhirnya harus ‘berjibaku’ dengan kata-kata dari halus sampai kasar, akhirnya kita ujung-ujungnya harus merelakan banyak hal.

    Sabar mas, Ishbir…

  8. nauzubilah…
    iyah jan9an sampe terjerat hutan9…
    yan9 nda abis pikir kan da tau rentenir,kok masih minjem ma dia seeh 🙄

    ada doana kan zam untuk itu??

    have nice week end zam 🙂

  9. lama gak jumpa neh kawan .. pa kbrnya ??

    btw untuk masalah terjerat hutang … ehm sy paling anti kalo bisa sekuat tenaga saat ajal menjemput hutang pun tiada 🙂

  10. sistem ekonomi islam bisa jadi solusi alternatif. riba, yang kita anut sebagai asas ekonomi sekarang ini, telah terbukti nyata hanya menguntungkan pemilik modal.

  11. Janganlah kita berhutang, kalau terpaksa sekali dengan tujuan produktif barulah boleh ngutang. Kalau nggak, nanti kebiasaan jadi rusak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s