Kabupaten Bogor, Perpustakaan Terbaik


  Cetak
Friday, 26 June 2009
Kabupaten Bogor , Perpustakan Terbaik .Perpustakaan  Daerah yang berada  dalam naungan Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (KAPD) Kabu-paten Bogor menjadi juara pertama di tingkat Provinsi. Penghargaan ini diraih setelah Senin (22/6) yang lalu, kinerja kantor yang dikepalai Sonny Abdusysyukur dinilai oleh tim evaluasi Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Bapusipda) Provinsi Jawa Barat. “Alhamdulillah, kami menjadi juara pertama dan berhasil merebut Piala Tim Penilai Evaluasi Bidang Perpustakan. Kami unggul dengan nilai 1.119 dan mengalahkan 25 kota/kabupaten yang ada di Jawa Barat,” ungkap Kepala KAPD Sonny Abdus syukur, kemarin.Penghargaan ini, lanjut Sonny, akan dijadikan moti-vasi untuk meningkatkan pelayanan di Perpustakaan Daerah sebagai penyedia bahan bacaan di Kabupaten Bogor. “Kami tidak boleh terlena dengan piala ini. Kami akan terus memotivasi pegawai di perpustakaan untuk meningkatkan pelayanan,” katanya.Selain itu, Sonny juga mengatakan pihaknya akan meningkatkan sarana dan fasilitas yang ada di perpustakaan yang berada di Jalan Bersih No. 5 Komplek Pemda Kabupaten Bogor.”Kami akan terus menambah koleksi buku dan fasilitas, sehingga kebutuhan masyarakat akan bahan bacaan dapat terpenuhi. Ini juga kami lakukan agar perpustakaan bisa meraih penghargaan yang sama tapi di timgkat nasional,” tandas Sonny. Sekedar mengingatkan, Senin (22/6) yang lalu, kinerja KAPD dinilai oleh tim penilai dari Bapusipda. Menurut Sekretaris Bapusipda Ida Wahida, Kabupaten Bogor telah memenuhi lima aspek penciptaan kantor arsip dan perpustakaan yang baik. Lima aspek tersebut antara lain kelembagaan, sumberdaya manusia, sarana prasarana, sistem arsip dan pemanfaatan alat.Saat ini Perpustakaan Daerah memiliki empat ruang baca, yakni ruang baca anak, ruang baca utama, ruang baca utama n dan ruang baca referensi. Fasilitas perpustakaan juga dilengkapi dengan ruang multimedia dan pelayanan internet gratis.

Sumber:http://www.bogorkab.go.id/


21 respons untuk ‘Kabupaten Bogor, Perpustakaan Terbaik

  1. Wah keren tuh!!!. Biasanya kan fasilitas perpustakaan daerah tuh hanya seadanya dan sebagai syarat saja. Kalau fasilitasnya memadai kan jadi senang berkunjung ke perpustakaan daerah. Hmm, mudah-mudahan daerah2 lain bisa mencontoh prestasi perpustakaan Bogor ini.

    Dan semoga perpustakaan daerah bisa menjadi tempat rekreasi keluarga secara rutin selain kebun binatang dsb nya. Sehingga semakin tumbuh lah minat baca masyarakat, yang pada akhirnya lambat laun akan membentuk pola fikir dan perilaku masyarakat yang cerdas dan terdidik, insyaALLAH.

    1. waktu di kampus dulu kalo bosen baca buku ekonomi, maka nongkrongnya di perpus UNJ, di riaupun tempat nogkrongnya di Perpus gubernur. sekarang perpustakaan baru. dan kalau ke Cianjur juga ke perpus juga . dan memang meyenangkan seeh

      dan di perpustakaan Bogor ini juga belom banyak seeh menurut petugas sehari rata2 baru 40 pengunjung

  2. selamat yaahh wat perpus bo9or twothumb.. **ban99a neeh meski bukan war9a bo9or tapi suka riwariwikeb9or 🙂

    sabtu min9u buka nda?
    komp.pemda tuch mana ya ban9 azam? klu dari jalan raya bo9or?
    kapan kapan maen ah,da lama nda keperpus,biasana seeh suka yan9 disalemba,sekaran9 nda pernah la9i..

    kan9een ju9a,berlama2 baca2 9ratis diperpus 🙂

  3. semoga baik pula daya serap para pembacanya ya,jangan hanya terbaik dalam kualitas saja,tapi memang baik pula niat baca masyarakatnya ya..salam

  4. kpd kawanlama 95….
    than’k atas pemuatan blog ini
    kami segenap staf KAPD mengucapkan trim’s !!!
    saran n kritik kami tunggu untuk kemajuan Perpustakaan KAPD Kab. Bogor.
    mudah-mudahan bisa meningkatkan minat baca masyarakat..!!!
    guna mendukung peningkatan IPM khususnya masyarakat di Kab. Bogor..!!

  5. Assalamu’alaikum,

    Apakah benar disini memerlukan tenaga pustakawan? jika benar, saya berminat untuk melamarnya, saya pustakawan berpengalaman dari tahun 2001- sekarang di sekolah swasta terkenal di Bogor dan saya lulusan D-3 Perpustakaan IPB Bogor. wassalam

  6. Saya sudah mengunjungi 1 kali bersama anak-anak. Entah bagaimana kondisi saat menerima penghargaan, kami berkunjung tahun ini (2015), langsung banyak hal yang mengernyitkan dahi saya dan anak-anak.
    – Saat tiba, fasilitas parkir mobil pengunjung tersisa 3 saja. Tersita oleh 1 mobil operasional, 1 minibus perpustakaan keliling dan motor-motor yang tidak parkir ditempat yang seharusnya. Kalau mau layanannya se-kabupaten, nggak lumrah deh kayaknya.
    – Masuk ke lobby disambut petugas dari balik loket kaca. Hello….presiden kita saja waktu jadi gubernur ingin merombak pelayanan dari balik kaca loh. Udah gak keren!
    – Kami disambut ramah, langsung disodori formulir pendaftaran. Karena tidak bawa pasfoto saya tanya, apa tidak ada fasilitas buat foto langsung jadi dengan kartu? Petugas tertawa sepertinya pertanyaan saya mengada-ada. Padahal perpusnas sudah lakukan sejak lama kan?
    – Beberapa pertanyaan saya ajukan dan saat saya tanya ini perpustakaan terbuka atau tertutup? Kembali dia ketawa, Saya ganti bentuk pertanyaannya, Apakah koleksi diambilkan petugas atau pengunjung cari sendiri. Syukurlah di pertanyaan ini dia bisa jawab. Jadi dia duduk di ‘paling depan’ tanpa latarbelakang pustakawan yah? Itu kan pertanyaan standar bangeeeet.
    – Kebiasaan saya adalah langsung menuju laci katalog. Uuups, asap rokok dari salah satu petugas yang lewat langsung membuat saya buang muka. Mau mengharap generasi cinta buku + asap rokok, ya pak? (sedih T_T) Kok bisa-bisanya ya!
    – Saat kami asyik mengubek-ubek kartu katalog, seorang petugas yang lain tergopoh-gopoh menghampiri. Bu, kalau mau cari buku lewat katalog di komputer aja. Kartu-kartu ini udah jarang kami update. What????! Pengakuan jujur banget. Seluruh penghuni Bogor juga tau bahwa wilayah ini agak rajin mati listrik. Terus, kita tetap andalkan komputer yang cuma sebiji dan posisinya gak nyaman itu? Ok lah.
    – Dari balik komputer saya melihat sekilas, petugas semuanya duduk manis tertunduk (sibuk dengan gadget kayaknya). Kurang lebih di lantai 1 aja ada 6 orang pria & wanita berseragam coklat. Hampir seimbang sama jumlah pengunjungnya. Ckckck….
    – Kami tetap menikmati keadaan apa adanya itu. Apalagi karena sudah ada beberapa anak-anak yang sudah terlebih dulu hadir dan kelihatannya sudah familiar kesitu. Yang membuat anak-anak cepat cuek, mereka bisa berkejaran dan ngobrol di ruang baca kok. Jadi kami kenapa tidak? 😛
    – Saat mata sudah mulai lelah dan kertas saya sudah tidak muat, akhirnya saya menandai buku untuk di fotokopi. Kembali ke petugas yang pertama saya hampiri, dimana fasilitas fotokopi? Hehehe…..males ah nerusinnya. Tapi gampang nebaknya kan?
    – Yuk pulang, beresin segala bawaan kami menuju rak sepatu. Cuma agak males saudara-saudara, ada satu petugas duduk di ruang tamu dengan selonjorkan kaki telanjangnya di atas meja. Duh, lengkap pisan paket perpustakaan ini. : D

    Next time kudu kesini lagi, semoga inget bawa pasfoto, kertas yang cukup dan…… masker!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s