ketika dalam seyuman


tertidur panjang kawan, dalam prosesi yang mengaduh , menghiba tak terasa waktu terus bergulir.mematahkan gejolak hati yang terus bergeluruh menuju pembaringan ketika dalam kelelahan yang sangat.mengernyitkan kening dalam suasana kehinangan malam yang tak mampu di tembus oleh kata yang berangsur – angsur hanya terdiam, memenuhi keinginan sang waktu.yang terus meminjam kata ketika dalam seyuman.

Ketika dalam seyuman aku berangsur memarahi diri tuk katakan dimana tidakanmu wahai nurani pagi. mana idealismu nurani kata yang tak menembus jiwa yang lusuh ini. aku hanya katakan ,”aku hanya orang biasa yang tak mampu bersikap lebih baik. hempaskan jiwa dengan keluguan tanpa membuatmu terseyum. Disini dalam sekejap kata , aku mampu berkata dalam sebait ataupun separgaraf kata-kata yang bermakna sejuta cinta untukmu.Walau ketika dalam seyuman itupun tak membuatmu meyelami kataku dengan pengharapan yang tulus.

Aku terduduk diam mengharap engkau kasihku, ketika dalam seyuman mengaduh iba. hey wahai jiwa yang tulus apakah engakau mengerti dalam bait-baitku yang tak mau kuperdengarkan. terdiam bisu tak berharap kata walau sebaitpun tak kau ucapkan.aku disini tak mapu mengerakan hatimu tuk datang kepada hatiku walau ku berharap dengan selaksa ketulusan hatiku yang terdalam .semoga cinta itu hadir walau hanya segegam harapan dan ketika dalam seyum mentarikan hadir dalam qolbuku.hempas jiwa yang lusuh ini bergeluruh Qolbu.Tampakah kemilau itu . entah hanya Allahlah yang mampu mendatangkan seyuman
itu padaku πŸ™‚


21 respons untuk β€˜ketika dalam seyuman’

  1. Terkadang agak sulit untuk memahami tulisan seseorang yg terbiasa melakukan apresiasi terhadap kata. Apakah itu merupakan ungkapan dari hati terdalam atau hanya merupakan sebuah apresiasi kata?, terasa sangat bias. Dan tentunya hanya sang penulisnya lah yg tahu makna sesungguhnya yang ada di balik tulisan itu. Just wanna pray for you: “Hope ALLAH will bring that smile to you at the right time”…

  2. Ketika dalam senyuman kumenangis lara, jiwa in hampa memendam asa,
    berharap terbang barsama sang bayu, melepas lara meraih asa…

    Betapa sulitnya bagiku memproduksi kata2… πŸ™‚
    Insya Allah you’ll got the best…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s