kembali ku buka makalah berjudul Pendidikan Pendahuluan bela Negara (PPBN) , setelah kita di pertontonkan di media tentang perseturuan antara Kepolisian,kejaksaan dan KPK . Entah siapa yang diangap penghianat bangsa . Kebenaran adalah diatas segalanya karena kebenaran adalah harga mati dari sebuah negara yang di merdekakan dengan darah dan air mata. Wahai orang-orang berkuasa apakah kalian tak meyadari yang kalian lakukan ini adalah salah satu bentuk dari penghianatan kepada Bangsamu. Pengorbanan apa yang telah kalian lakukan. Yang ada adalah cerminan rasa mementingkan diri sendiri ini tidak sejalan dari aplikasi bela negara yang telah kalian hafal bahkan kalian melatih ini ke masyarakat. Dimana letak mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi atau golongan. Yang ada adalah manupulasi hakekat dari mencurahkan perhatian, keikhlasan,tenaga dan prilaku dalam meyelesaikan suatu kewajiban. Sungguh sebuah panggung kemunafikan telah di perlihatkan.

Melihat ,mendengar ,dan merasakan sudah sekian kali pejabat kita terbukti korup, memanfaatkan Jabatan sebagai jalan memanfaatkan ,memperluas jaringan bisnisnya hingga dari hilir hingga ke hulu. Semua orang di perdaya dengan ucapan manis dan disertai ancam mengancam sehingga orangpun akan takut berkata-kata dan berlembar-lembar uangpun masuk dalam kantong masing-masing orang. Ya sebagai pemanis pertemanan di kehidupan birokasi dan bisnis. Sehingga sebuah kawasanpun gundul karena di habisi dan di babat kayu-kayu hutannya hingga kulihat ketika itu lahan berhektar – hektar gundul akibat pengundulan hutan dan dijual untuk mendapatkan rupiah. jadi Apa yang kita pelajari di latih untuk membela negara ini. Untuk apa lahan itu bila hanya masuk ke kantong pribadimu , apa yang kau kelola dengan kekayaan Alam yang di manfaatkan untuk sebagian orang dan kita tak menikmati secuil .Oh sebuah pembodohan terhadap rakyatnya sendiri

Kembali kubuka makalah Pendidikan Pendahuluan Bela Negara, ketika seorang anak tak mampu bersekolah membeli buku walau spp di gratiskan namun itupun tak mampu pergi hanya karena tak mampu membayar ongkos untuk angkot pergi kesekolah. Aku bingung oleh kawan-kawan kita bersemangat ketika mari menjunjung kedaulatan negri dan kita adalah patriotik bangsa dan cinta tanah air namun semua fasilitas yang anda pakai produk – produk luar negri , apa yang kau maksud cinta tanah air.

Apakah kita mencintai Tanah air ini dengan kesadaran berbangsa dan bernegara dan Pancasila sebagai falsafah dan ideologi bangsa dan negara dan mampu berkorban untuk bangsa dan negara . Sehinga kita mampu membela negara ini dengan benar. Sebaik baik warga negara adalah yang

mampu mengkoreksi pemerintahanya dengan semangat yang tinggi tanpa ada embel-embel apapun tak perlu lagi di minta sehingga kita adalah yang tulus dalam perikehidupan berbangsa dan bernegara. Maka mari membangun bangsa dan bela negara ini sampai kita akan menuju markas kematian

Iklan