TIDURNYA NABI SAW


1.    wa maa aataakumur rasul fahudzuh wa maa nahakum ‘anhu fantahuu
artinya :” dan apa yang datang dari Rasul ambillah dan apa yang dilarang tinggalkanlah” (Q.S. Al-Hasyr, 59:7)
2.    Kita menghabiskan kira-kira 25 – 30% dari waktu kita untuk tidur
3.    Tidur adalah proses yang paling penting sehingga orang yang memiliki gangguan tidur akan mengalami berbagai macam penyakit yang antara lain bisa menyebabkan penyakit pada otak, jantung atau liver
4.    Tidur memiliki cara agar kita mendapat manfaat optimal dari tidur kita .
5.    Ciri tidur yang mencukupi adalah mudah mulainya, mudah bangunnya dan pada waktu kita bangun tidur badan terasa bugar dan bersemangat
6.    Penyebab tidur tidak nyaman adalah : suhu ruangan yang tidak tepat, ventilasi kamar yang jelek/pengap/lembab, cahaya yang terlalu terang, suara-suara yang mengganggu, gangguan serangga, tempat merebahkan diri yang tidak biasa, perasaan hati yang tidak nyaman karena depresi atau obsesi
7.    Kiat-kiat tidur Rasulullah SAW adalah sbb.:
–    Setelah sholat isya’ Beliau tidak berdiskusi kecuali menyangkut hikmah dan pertanian
–    Beliau tidur cepat bangun cepat
–    Beliau SAW berwudhu sebelum tidur
–    Lalu Beliau bersiwak
–    Beliau SAW menganjurkan kita membaca do’a menjelang tidur : bismikallahumma ahyaa wa bismika amuut
–    Kemudian Beliau berbaring dan jika memakai selimut maka beliau mengibaskan selimutnya dua kali
–    Lalu Beliau SAW memiringkan badannya kekiri sebentar untuk membantu pencernaan
–    Lalu Beliau SAW memiringkan badannya kekanan dan tidur menghadap kekanan . tidur menghadap kanan adalah jelas menyehatkan karena tdk mengganggu kerja jantung .
–    Beliau SAW melarang kita tidur telungkup dan juga kita dilarang tidur terlentang
–    Setiap kali terbangun Beliau SAW selalu bersiwak .
–    Beliau SAW bangun 1/3 malam lalu duduk sebentar, lalu berdiri sebelum akhirnya berjalan . Dalam riwayat disebutkan bahwa setelah bangun  Beliau SAW langsung bersiwak kemudian minum air
–    Kemudian Beliau berwudhu lalu melakukan sholatul lail dan membaca Alqur’an hingga subuh.
8.    Pada waktu subuh Beliau SAW sholat di masjid lalu dilanjutkan dengan berdzikir hingga matahari terbit . Rasulullah SAW menyebutkan bahwa keutamaan dzikir bakda subuh sampai matahari terbit adalah lebih utama dari dunia seisinya .
9.    ketika Beliau SAW tidak lagi bekerja, maka dalam riwayat dijelaskan bahwa kadang-kadang Beliau SAW tidur pada pagi hari yang disebut qoilulah yaitu sekitar jam 9 – 11, mungkin ini kesempatan untuk menambah tenaga karena Beliau SAW banyak menunaikan ibadah malam hari

Iklan