Sang residivis Taubat

Kisah ini adalah kisah yang pernah di posting beberapa bulan yang lalu. Kami bertemu Sang residivis Taubat sekitar Tahun 2003 . Saat ini Insya Allah ia mengalami kehidupan yang bahagia. Postingan ini didedikasikan Untuk seorang kawan yang sudah Taubat namun namun hampir saja mengalami kehidupan yang sebelumnya .Kembali ke masa lalunya di karenakan persoalan ekonomi yang melilit kehidupannya. Padahal kawan ini awalnya sudah baik namun kembali lagi. Dan Alhamdulillah saat ini ia sedang bekerja di Jedah saudi arabia. Walau ia belum tentu membaca ini . Semoga ini bisa menjadi bahan pelajaran untuk kita semua.Berikut kisah Sang residivis Taubat

Dari penuturannya ia tampak begitu meyesali perbuatan masa lalunya. Sebuah kenangan yang buruk yang tak terlupakan baginya.dari kecil ia sudah belajar mencuri, mencopet sampai pada akhirnya ia merampok bahkan sempat membunuh. Rangkaian kejahatanya sangat fantastis , sering kali kejahatanya sampai masuk koran di sebuah kota besar di Sumatra . Bahkan sempat menjadi Target operasi polisi pada saat itu. Namun ia seperti belut cukup sulit mencari sang residivis. Karena kehidupannya pindah-pindah. hingga akhirnya Sang residivis Taubat.

Mengawali hari. Ketika dalam pelariannya bertemulah ia, dengan seorang gadis. dan menikahlah ia. Sampai akhirnya mempunyai anak. Tampak terasa hari berganti hari hingga akhirnya tepatlah ia berumur 40 tahun. Dan bertemu diriku disebuah kawasan perkebunan sawit yang cukup lebat dan jauh di pelosok kota.” SYukur Alhamdulillah mas, hasil panen kali ini kalau tidak di Rampok di tengah jalan cupup baik dan cukup buat kebutuhan hidup sehari – hari .” . Ya pencurian atau bisa juga di sebut perampokan hasil panen memang sering terjadi karena jalanan di perkebunan sawit belum memadai sehinga sering kali truk-truk yang mengangkut kelapa sawit di hadang oleh sekawanan penjahat. Aku cukup trenyuh mendengar tuturannya. ” Semua keluh kesahnya ia ceritakan sebab sebelahku aku bersama anggota dewan yang sedang berkunjung ke perkebunan sawit.

Sang residivis Taubat , menjalani kehidupannya dengan cukup keyakinan teguh dengan istri tercinta dan kawan-kawannya ia terus berusaha membangun dan berkebun dengan semangat . aku cukup senang dengan optimismenya. Ia begitu khusyu setelah sholat berjamaah tampai asik berdzikirΒ  sebuah bentuk kebersyukuran dan tanda kebesaran Ilahi. Bahwa tak Ada yang tak mungkin kalau kita mau merubah hidup ini .

Sebuah perjalanan hidup memang serasa tau – tau. tersadar oh diri ini kok belom berubah ya. Semoga cuplikan kisah ini menjadi awal yang baik bila ingin berubah Seperti kisah sang residivis taubat. Bukankah kita juga residivis alias yang selalu di bisiki oleh godaan syetan , hawa nafsu dan keinginan 2 yang salah. dan mari sama -sama mawas diri. Apakah sebelah anda atau kawan anda termasuk orang-orang yang mengajak keburukan atau mengajak kebaikan. Ya tanyalah pada nurani diri kita.

Selamat kepada seorang kawanlama yang menjadi kawan baru yang saat ini mengalami perubahan ke arah kebaikan. Semoga Allah selalu melindungi engkau sahabat. Kisah Sang residivis Taubat moga menjadi inspirasi kita semua untuk melangkah dalam pertaubatan Amien

Iklan