Ingatkah engkau sahabat dimalam itu…

Sama seperti malam-malam sebelumnya , awan hitam begitu pekat terselubungi dengan mendung yang tak berkesudahan. Dimana malam yang indah dulu dengan bulan puranama yang begitu terang seperti 12 puranama yang lalu. Ingat kisah indah dimalam yang begitu syahdu dengan suara angin yang bertiup memcahkan kesunyian malam. Aku duduk terdiam memandang wajah langit yang dulu sangat indah dimataku. Ingatkah engkau sahabat  dimalam  itu suara gemericik air di pancuran yang pernah kita dengar di waktu malam itu. Nuansa kebahagian itu telah terjadi hampir 12 purnama lalu.

Ingatkah engkau sahabat dimalam itu… telah kau goreskan kata cinta hingga kita lewati malam yang sangat panjang dan engkaupun tertidur di temani  indahnya bulan purnama dan suara gemericik air serta burung di tenggah malam. Aku ingat ketika jangkrik mengerik bertanda sang serangapun menikmati keindahan malam yang asik masyuk hingga suara jangkrikpun terdiam ketika kita sama-sama menikmati malam-malam yang panjang itu. Apakah engkau ingat  sahabat ? Ketika kutulis ini aku terseyum kecil dan aku bertanya pada angin malam kapankah engkau akan datang di malam-malam seperti dulu lagi.

Biarlah pagi kutunggu walau seperti 1000 tahun lagi .Aku ingin engkau datang ketika malam-malam yang indah ini hanya sebuah kamuflase seprti mimpi disiang bolong. Biarlah pagi menjadi impian yang tertunda walau hari semakin dekat kematian sahabat. Biarlah kutoreh tinta emas dalam kertas biruku dan kumasukan dalam almari otakku yang mungkin kubuka lagi di kemudian hari.Biarlah mimpi- mimpi indah di telan bumi menjadi sebuah episode tersendiri
dalam kehidupan yang serba maya. Sebuah kata yang perlu di cermati sahabat.Ingatkah engkau sahabat di malam itu ….

Aku terdiam menunduk sepi di kehampaan malam yang syahdu hanya katakan kepada engkau sahabat . Masih ingatkah engkau sahabat di malam itu…

Sebuah kenangan kecil tak terlupakan di malam itu

 

Iklan