Sahabat engkaukah orang disampingku

Terbangun di waktu malam tuk habiskan gelap mengapai pagi yang indah. Sayup – sayup tlah terdengar dari masjid sholawat dengan suara yang syahdu terdengar. Orang disampingku ย membuyarkan mimpi yang indah, tuk katakan bangun sayang. Mohon kepada Allah mintalah dengan pengharapan dan kecemasan seolah doa tak terkabul.

Sahabat engkaukah orang disampingku yang setia menanti hari tuk katakan betapa indahnya hidup ini. Setelah bermalam-malam yang panjang tlah kulewati dengan berjuta pengharapan, Setelah lama kumenanti hari yang tak kunjung usai. Setelah air mata ini telah habis kering di tiup angin. Ada banyak cerita tentang kisah itu.Tak mampu kugores dengan keindahan maya . Aku hanya tengadahkan doa meyambut pagi dengan beragam pengharapan . Mataharipun belum tampak masih banyak waktu tuk katakan betapa ku merindui hari yang indah datang tuk katakan betapa indahnya Hidup. Sahabat engkaukah orang disampingku yang katakan Jalan ini akan mudah di lalui dan mengapai hari dengan beragam warna-warninya.

Bukankah semua urusan menjadi baik sahabat bila kita pandangitu sebagai kebaikan. Malam yang dingin itupun akan menjadi hangat bila engkau ada disampingku. aku akan menjadi tegap berdiri

menyambut malam-malam yang sangat panjang dengan suka cita.Tubuh ini akan kembali kuat bila diri selalu ada yang menopang. Sepertinya malam tak lagi mendung sahabat bila engkau ada disampingku.

Biarlah aku tertidur ketika hari tlah malam tidak seperti malam-malam sebelumnya yang begitu lama kutunggu . Mungkinkah malam – malam yang indah akan terlewati sahabat. Biarlah malam ini terus berlalu menghentakan waktu yang terus berputar. aku terdiam dan katakan kepada angin malam dimanakah engkau sahabat? Setelah jalanku ini tlah kutulis dengan darah dan air mata setelah kutulis tinta ini berubah menjadi darah. Dimanakah engkau sahabat setelah malam -malam tlah berlalu tanpa engkau. Dimanakah engkau sahabat? setelah ku mencari di keheningan malam yang pekat, setelah

ku berjalan tanpa henti hingga kakiku tak lagi dapat ku gerakan dimanakah engkau sahabat. Aku terduduk diam membisu mengharap pada kuasa ooh dimanakah sahabatku Tuhan. Hatinya telah membekukah hingga tak

mampu lagi melihat dengan kaca mata ilahi. Aku tak dapat menebak hatimu yang tlah beku hingga waktu sisaku terbuang. Mengharap engkau sahabat ada di sampingku..

Iklan