Hidup tanpa stres

Lampu mati, hujan rintik , padahal rencana mau nulis ya nulis apa ajah, hmm padahal laptop pun tak ada nulis pake pulpen dan kertaspun tak bisa .Ini yang terjadi pada malam minggu kemaren . Kalo lagi gini ingetnya Bansus (Bandrek susu) ya seperti yang di tulis yangputri.blogdetik.com . Sebab lagi dingin banget . mmm akhirnya Ya Kemasjid saja ya ngobrol-ngobrol yang bermanfaatlah. Itu juga solusi tepat. Padahal hampir bertahun-tahun tinggal di komplek militer hampir ga pernah mati. tapi kali ini kok mati ya. Paling-paling gardunya rusak atau apalah pikirku. Tapi tak membuatku  Stres alias tertekan . Kan bisa saja gara – gara lampu mati orang bisa stres , kan stress bisa untuk siapa saja tidak mengenal waktu. Bisa saja orang kalau sudah sering ngeluh, sering mutung, Bahkan orang yang baru pulang dari kantor kalau pulang ngeluh mulu. Heran padahal banyak juga orang stres karena ga ada kerjaan. Ini stres karena pekerjaan . Padahalkan menerima kondisi apapun dalam kondisi gimanapun lebih baik menerima dan berusaha untuk enjoy dan bersikap tenang terhadap apapun masalahnya. Kan enak hidup tanpa stres.

Bila kehidupan tanpa ada tekanan ancaman kehidupan berjalan lurus-lurus saja barang kali hidup kita lebih membosankan dan bisa jadi hidup kurang semangat. Tetapi bila kehidupan banyak mengalami tekanan masalah datang bertubi-tubi  dan kehidupan sehari-hari jadi tidak nyaman dan badan serasa letih lesu ,lunglai dan bahkan bisa jadi sakit-sakitan dari sakit fikiran sampai sakit phisik bisa jadi efeknya menjadi gila kecil. dan karena itu kita tak mampu untuk beristirahat dengan baik. Sulit memejamkan mata dan berhenti berfikir dan akhirnya penyakit sulit tidur datang (imsomnia) . Ini sangat kita tidak harapkan.

Stres adalah tekanan atau rangsangan yang membuat diri kita menjadi lebih terjaga dan sigap. dari pengertian tersebut sebenarnya stres adalah positif dan perlu adanya pengaturan tingkat stres tersebut dan dalam konteks ini . itu yang dinamakan Manajemen stres jadi yang terpenting adalah intensitas atau tinggi rendahnya tingkat stress kita yang mengatur sendiri. Jadi inget waktu kuliah kawanku sering bicara manajemen konflik sebab dalam organisasi yang kita ikuti adem ayem aja. Ya udah kita bikin konflik aja . biar organisasi kita tetap terjaga dinamikanya. hmm tapi kok kenapa ya banyak orang pada stres sampii gila kecil bahkan gila beneran apa karena kelewatan stresnya apa karena hidup tanpa stres. Wah jadi bingung ni lebih baik Hidup tanpa stres atau stresnya di manage (manajemen stres) ?

Semoga artikel Hidup tanpa stres ini bermanfaat, sehingga kita mampu memanage stres itu dengan lebih baik semoga

Iklan