Humas Polda Aceh Gustav Leo mengatakan sepanjang 2011 terjadi 40 kasus kekerasan dan 26 di antaranya telah diungkap dan sebagian besar menggunakan senjata api.

Sepanjang 2011, menurut, polisi telah menyita 44 pucuk senjata -laras panjang dan genggam- granat pelontar dan hampir 7.000 amunisi aktif.

Menurut Gustav leo  sasaran penembakan dalam di Bireun dan di Aceh utara adalah para pendatang.

“Kejadian di Bireun para korban adalah pekerja pendatang yang menggali kabel milik PT. Telkom dan di Aceh utara adalah warga transmigrasi yang sudah lama tinggal di situ,” kata Gustav Leo.

Penembakan di Aceh Utara terjadi pada hari tahun baru Minggu (01/01) sementara kejadian di Bireun satu hari sebelumnya.

Sabtu (31/12) penembakan terjadi di Banda Aceh, namun menurut Gustav, kejadian itu masalah pribadi.

“Motifnya masih kita pelajari dan dikembangkan berdasarkan saksi yang tengah diperiksa,” kata Gustav.

Seperti diberitakan media, sebelumnya Minggu (1/1/) sekitar pukul 21.30 WIB, terjadi penembakan di Desa Sereuke, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Penembakan ini menewaskan Suryadi (39) dan melukai seorang warga bernama Edy (32).

Sehari sebelumnya, peristiwa serupa juga terjadi di Bireuen yang menewaskan tiga pekerja galian kabel Telkom dan di Banda Aceh menewaskan seorang penjaga toko boneka bernama Wagino

Sem0ga artikel ini berjudul humas Polda Aceh Gustav Leo mengatakan sepanjang 2011 terjadi 40 kasus kekerasan dan 26 di antaranya telah diungkap dan sebagian besar menggunakan senjata api. bewrmanfaat

Sumber : .swatt-online.com