Ketidakberdayaan ,diam dan tidak produktif

 

Diam seperti biasa tak bergerak dan tidak berdaya tak menghasilkan sebuah kata bisa jadi negatif .Namun bisa juga ketidakberdayaan ,diam tidak selalu tidak produktif bisa jadi itu merupakan rangkaian usaha dari apa yang ingin di capai. Tidak semua kehendak  bisa di capai jadi berpikir positif bila sesuatu itu telah dilakukan. Hasil apapun yang telah di rasakan saat ini. Bisa jadi buah dari apa yang dikerjakan tapi bisa juga sebuah konsekuensi dari sebuah proses hidup . Berdiam diri dalam sebuah perenungan tidak selalu menghasilkan hal yang cukup baik. Namun perenungan hanyalah sebuah istirahat sejenak dalam sebuah tindakan nyata dalam sebuah proses kehidupan. Bisa jadi perenungan tidak selalu produktif bila hanya sekedar perenungan yang tidak mampu di laksanakan dalam kehidupan.

Ketidakberdaayaan mungkinkah sebuah kata yang dinamakan pasif. Atau kata lain dari sebuah takdir entahlah bisa jadi diantaranya benar namun seringkali ketidakberdayaan merupakan hal yang positif . Ketika kita merasa pada titik ketidakberdayaan maka ruhani akan merasa ketergantungan kepada sang Khalik akan menjadi lebih terasa. Relung-relung hati yang mengeras menjadi lebih lembut dan tensi tubuh akan menjadi lebih rendah. Pengharapan akan semakin menjadi lebih kuat dan lebih fokus kepada hal-hal yang bersifat produktif. Namun bila ini menjadi titik nadir berdiam diri dan merasa gagal dan lebih banyak berdiam justru akan semakin tidak produktif dan menghabiskan waktu yang percuma . Ini sebuah kata yang tidak diinginkan.Fokus pikiran dalam ketidakberdayaan dalam diam pasti akan menemukan hal-hal yang baru sesuatu yang baru akan menambah daya dorong kepada hal-hal yang produktif

Jadi seperti benar apa kata penulis blog ini bergerak adalah sebuah kewajiban . Menulis adalah kata lain bergerak dalam prespektif berbeda. Bravo….