BIARKAN JOKOWI MENJADI PRESIDEN RI

kalau kata saya, biarkan saja jokowi menjadi presiden RI 2014 -2019

sikap saya ini terkait manajemen perasaan yang dibangun oleh para media

opini media telah membentuk publik untuk sangat berharap kepada jokowi yang merakyat menjadi presiden

biarkan sesuai kemauan mereka

berikut saya berikan analisa tentang hitung hitungan skenario tentang jokowi

pertama,
jokowi menjadi presiden 2014-2019

saya tidak akan membahas mengenai para pemodal yang akan menikmati hasil seandainya suksesi kepada jokowi berhasil

saya lebih tertaril kepada persoalan ekspektasi

bagaimana seandainya jokowi pas menjadi presiden ternyata tidak sesuai harapan atau ekspektasi publik

bagaimana?

persoalan ini menarik, karena kita berbicara pilihan yang dibangun oleh perasaan suka

suka kepada jokowi yang merakyat

lalu bagaimana kalau tidak sesuai harapan dan ternyata jokowi tidak bisa merakyat lagi karena dinamika kerja seorang presiden ternyata lebih rumit dan kompleks

urusan presiden lebih luas daripada urusan kepala daerah yang wilayahnya terbatas

bicara kebijakan presiden ya pasti bicara kebijakan kebijakan strategik negara

pernah membayangkan? jokowi sang presiden akhirnya menaikkan harga BBM dan tidak bisa mengendalikan harga harga bahan pokok

persepsi publik akan rasa suka pada jokowi pun pasti akan dipertaruhkan

menarik, tapi ini akan berakhir menjadi ‘hilang rasa’ pada figur pemimpin merakyat kedepannya

semua nya akan dibandingkan oleh keberhasilan atau tidak seorang jokowi menjadi presiden yang sesuai ekspektasi publik

pertaruhan nya sangat berat, karena berbicara karakter pribadi pemimpin

karakter pemimpin yang merakyat

jokowi gagal, maka jgn berharap kedepannya jualan blusukan dan merakyat bakal laku di hati publik, menimbang dan melihat kegagalan jokowi menjadi presiden

Kedua,
jokowi tidak menjadi presiden

yang menjadi persoalan seandainya jokowi tidak menjadi presiden

adalah beban mental sang presiden terpilih, kinerja nya akan selalu di banding bandingkan dengan jokowi

jokowi akan menjadi karakter oposan

dan presiden terpilih akan habis waktu nya hanya untuk membuktikan bahwa diri nya lebih baik dari jokowi

habis waktu hanya untuk perang eksistensi

hmmmmmm

sulit kan kalo kita berperang lewat opini

opini vs opini

daripada cape membangun benteng opini

ya lebih baik biarkan satu opini di uji ke publik

opini tentang jokowi jadi presiden RI

biarkan diuji

kalau tidak sesuai ekspektasi dan ternyata jokowi sama dengan presiden yang lain

ya jgn kecewa..

dulu, SBY kepilih karena gantengnya, pilih presiden yang ganteng dan lanjutkan…
hasilnya, banyak yang kecewa dan berkata makan tuh ganteng nya.

nanti kalo jokowi?
pilih karena ndeso, polos dan merakyat (blusukan)
kalau hasilnya tidak sesuai?

-bang DW