INI POLITIK BUNG BROKER POLITIK vs POLITIK ALA PKS

bagian Kedua

BROKER POLITIK vs POLITIK ALA PKS

…”yang membuat hancur dunia politik, adalah ada nya jiwa broker didalam pelaku politik itu sendiri”..

-sjafrie sjamsoedin, wamenhan-

dua hari ini, mungkin kata broker sering menjadi bahasan di setiap status kata bang DW

broker dalam politik ada justru lahir dan dibina dari politik itu sendiri

contoh; nazarrudin, karena posisi nya sebagai bendahara umum demokrat yang harus bisa memberi pemasukan buat kas partai, maka opsi menjadi broker proyek pun di jalani nya, dengan memanfaatkan jaket partai biru nya

begitu pun dengan yudi setiawan yang seorang bendahara umum GEMA MKGR (dibawah ormas MKGR) sayap politik golkar, pemikiran nya pun sama sebelas dua belas alias mirip dengan nazarrudin, menjadi broker proyek demi kas organisasi dan kas pribadi

seorang politik ketika sudah menjadi broker maka patut ditanyakan ke absahan cinta kepada partainya

ibarat perantara untuk berdagang barang barang bernilai, kalau dalam penilaiannya bahwa partainya itu laku dijual, maka jangan salahkan para politisi broker itu akan menjual partainya sendiri demi keuntungan keuntungan pribadi

contoh kisah nyata, nazarrudin ditawarkan KPK untuk membongkar semua kasus, dan dia akan diberi keringanan jumlah pasal tuntutan yang akan diajukan KPK, melihat hal itu, nazarrudin sang broker pun menerima demi keuntungan dirinya, cuap cuap pun dimulai, aib kasus pun dibongkar, pokok nya yang penting nanti di pengadilan, nazarrudin dapat potongan tuntutan hukuman dari KPK, walau demi keuntungan tersebut, dia harus buka aib teman teman nya di partai, dan kawan sesenayan (kasus e-ktp)

begitupula dengan yudi setiawan, oleh pengacaranya ditawarkan kasusnya diolah oleh KPK saja daripada di kejaksaan, toh yudi setiawan siap cuap cuap versi ‘asal selamat’ diri sendiri, golkar partai nya dia ‘hantam’ dengan cuap cuap ke KPK, dia katakan aburizal, setyo novanto terlibat dan menerima duit dari nya. dan itu belum dirasa cukup bagi KPK,

maka yudi setiawan siap menjadi pelacur bagi KPK demi menyelamatkan dirinya, dia cuap cuap hubung menghubungkan dengan teori ngasal kepada PKS, asal KPK senang dan punya ‘peliharaan’ baru selain nazzarrudin, toh KPK memang sedang butuh hal yang hot tentang PKS, sebagai bagian ‘PESANAN’ untuk mengalihkan kasus besar lainnya, dan lagipula harganya juga pas (hukuman nanti dipengadilan tidak akan berlapis) dan yudi setiawan pokoknya bakal jadi anak yang baik kepada KPK

KPK sangat senang kepada politisi broker, dengan hanya memberikan penawaran bla bla, maka berikutnya sudah pasti mereka akan ‘jinak’mengikuti mau nya KPK

contoh lain, elda devianne adiningrat, broker proyek yang bersedia menyeret orang partai dengan cuap cuap nya, hebatnya dari kasus bank BJB jatim tiba tiba bisa nyambung kepada kasus suap impor daging, itulah broker proyek, dimanapun ada gula proyek maka disitu pula pasti ada semut semut broker yang menggerubuti nya, elda juga ditawari keringan tuntutan pasal berlapis dari KPK asal cuap cuap, dan yang dia ketahui ya cuma hubung menghubungkan tentang PKS, dan KPK kebetulan sangat suka akan hal tersebut

menurut versi KPK dan media, adalah hal yang hot apabila PKS dibuat ketahuan ikut bermain proyek

partai yang anti praktek broker dan anti praktek kongkalingkong seperti PKS tiba tiba dibuat sama seperti partai lainnya, sama sama partai para broker proyek

ironisnya database untuk menciptakan opini PKS adalah partai broker adalah dari para broker yang berasal dari politisi partai lain (yudi setiawan; golkar, elda devianne, nazarrudin; demokrat), yang memang bersedia lakukan apapun demi keuntungan diri nya sendiri.

kalau kata para broker, ini politik bung!!, tidak ada hitam dan putih yang ada hanya abu abu dan kepentingan perut sendiri

keberadaan PKS ibarat mematikan praktek broker nisasi dalam politik di indonesia

ya kalau tetap idealis dengan prinsip itu, maka hancurkan lewat jalan yang PKS perjuangkan, lewat opini propaganda partai broker

opini PKS partai broker proyek, kini dikampanyekan para politisi broker yang kecewa atas prinsip perjuangan PKS yang anti praktek broker

bagi para politisi broker, kalau mau suci ya jangan bikin partai politik, karena politik itu subhat dan tidak jelas, berpartai demi mencari keuntungan dan apresiasi diri bukan untuk berdakwah dan mengajari nilai nilai agama dalam berpolitik

-bang DW-

berlanjut pada bagian ke tiga