Zulpiar Pasien RSUP M Djamil Padang tewas di keroyok

Sebuah telpon berdering dari Istri almarhum angku saya (nenek)  saya mengabarkan bahwa masih kerabat kami meningal dunia.Di dalam perbincangan telpon ibu saya sangat serius sekali mendengarkan telpon. Setelah selesai berbicara via telpon. Ibu saya mengabarkan Bahwa salah satu kerabat kami Zulpiar 44 tahun meningal dunia di rumah sakit RSUP M jamil Padang Sumatra Barat. Zupiar meningal karena di keroyok di rumah sakit umum M jamil Padang”Innalilahi wa inailahi rojiun .Kasihan Zulpiar , entah bagaimana pelayan RUMAH SAKIT UMUM M JAMIL PADANG. Sehinga pasien yang niat mau berobat. Malah di keroyok sunguh hal yang tak bisa di tolerir dari kaca mata kemanusian . untuk kronologis kejadian. silahkan baca di bawah ini yang kami ambil dari kompas web.id :

PADANG- Malang bagi Zulpiar (44). Guru SD di Pessel itu tewas pagi tadi sekira pukul 10.00 WIB setelah koma dan dirawat di RSUP M Djamil Padang, Sumatera Barat.

Kakak korban, Zulwisli (46), mengatakan, awalnya Zulpiar datang berobat pada Kamis, 21 November sekira pukul 23.00 WIB. Korban merupakan rujukan dari RSUD M Zein Painan.

“Korban ada benjolan di selangkan sebelah kiri, karena tidak lengkap peralatan maka dirujuklah dia korban ke Padang. Sesampai di IGD RSUP M Djamil, petugas meminta pasien untuk datang besok dan langsung ke Poliklinik Bedah,” kata Zulwilis di ruang mayat RSUP M Djamil, Jalan Perintis Kemerdekaan, Rabu (27/11/2013).

Korban kemudian kembali ke rumah dan keesokan hari mereka kembali mendatangi rumah sakit. Sesampai di rumah sakit sekira pukul 07.00 WIB, Zulpiar meminta petugas untuk merawatnya.

“Sesampai saya di rumah sakit, kondisi (Zulpiar) sudah mengamuk dan beberapa petugas mengamankan adik saya. Saat itu Zulpiar hendak memukul dokter, tapi petugas satpam yang ada di IGD langsung menangkapnya,” tuturnya.

Keluarga Zulpiar memutuskan untuk mencari rumah sakit lain untuk bisa cepat perawatannya. Saat Zulwisli mengemas barang-barang, korban sudah berada diluar dan mengamuk.

“Saat itu saya melihat ada orang yang memukul kepala adik saya memakai besi, ukurannya sebesar lengan orang dewasa. Saya langsung mendatangi kerumuman tersebut kemudian meninju pelaku. Korban langsung dilarikan ke dalam ruangan dan saat dirawat keadaannya koma. Pagi tadi korban akhirnya meninggal dunia,” ujarnya.

Menurut informasi dari dokter, korban mengalami pendarahan otak setelah mendapat pukulan benda tumpul.

Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP M Djamil, Gustafianof, mengatakan, pasien rujukan mengamuk karena diduga tidak tahan menahan sakit di saluran pembuangannya. Dia menderita penyakit di saluran pengeluarannya.

“Pihak rumah sakit telah melakukan penanganan sesuai prosedur bahkan telah menanamkan rasa kemanusiaan. Meski korban dirujuk, namun RSUD M Zein tetap diberikan penanganan,” tuturnya.

Pihak rumah sakit juga mempersilahkan untuk korba diautopsi. “Kita juga tidak mau menutup-nutupi kejadian ini, silahkan saja polisi melakukan pemeriksaan,” katanya. (kem)