PUISI “WAKTU” karya Exbunderan.wordpress.com

 

Sebuah puisi selalu punya makna yang dalam. Termasuk apa yang telah di tulis oleh seorang blogger . Judul puisi nya adalah Puisi “waktu” . Sebuah puisi bisa di pakai alat untuk mengingat tentang diri. Sebuah refleksi kehidupan kita manusia. Puisi merupakan sebuah kehendak pikiran yang tercurahkan dalam sebuah bait. Waktu di jadikan sebuah ide dasar penulisan. Tentu saja di dalam waktu sendiri ada gerak, ada upaya, ada sikap yang selalu menuntut untuk di laksanakan. Bila sebuah aktivitas kegiatan yang di lakukan positif maka, Ia telah berbuat baik namun tak kan bisa seseorang melakukan aktivitas semua menjadi baik. Kecuali memang hidayah yang telah di berikan oleh Allah S.W.T.Jadi selalu ada rongga kosong dalam” waktu” yang telah berjalan.

Waktu akan terus bergulir ia akan menjadi sebuah kisah indah yang berlembar-lembar hingga pahit manisnya sebuah kenangan. Itulah waktu ia akan menemui kapan saja dengan cara berlari ataupun ia hanya melangkah pelan ataupun bisa saja  terdiam. Selalu ada kata selamat datang ataupun selamat Tinggal. Ya itulah “waktu”.

Puisi” waktu” adalah sebuah goresan yang mengingatkan kita akan semua aktivitas kita. Semenjak lahir hingga kita menemui ajal. Tak banyak waktu yang akan kita lewati. Nanti tiba sebuah kematian kan datang. Akankah kita menjadi lebih baik dari hari kemarin. Entahlah …. dan setiap manusia waktu di dunia akan terhenti sama seperti api yang membakar kayu menjadi abu.Sama seperti roda yang terus berputar menuju ujung jalan.Sama seperti jarum jam terus berdetik hingga waktu habis di telan bumi.

Aku tertunduk sambil meresapi Puisi “waktu” karya herikaendo . Terdiam hening dalam ruangan yang sunyi merenung.Untuk katakan wahai bila waktuku telah habis aku ingin tetap hidup dalam kehidupan yang lebih baik. Sebuah kata yang telah mati kini hidup kembali. Sampai waktu yang akan di tentukan. Salam (kawanlama95 menulis Puisi “waktu)