Sebuah Rumah di sudut terpencil


Sebuah Rumah di sudut terpencil

 

Pernahkah kita terpikirkan ada sebuah rumah di sudut terpencil.Jauh dari kebisingan ibukota di suatu daerah yang jauh dari aktivitas penduduk. Bisa jadi pernah, seringkali kita liat di film-film seorang jagoan(hero) tingal jauh di dalam hutan yang orangpun akan jarang melewati sudut rumah yang terpencil tersebut.Orang yang tinggal di jauh dari kebisingan kota yang penuh hingar bingar,mungkinkah punya motif yang berbeda dari kebanyakan orang.Beragam motif seseorang mempunyai rumah di sudut terpencil. Selain ingin tenang dengan suasana yang segar penuh dengan pepohonan dan bergam tumbuhan lain. Tentu saja ingin meningalkan kehidupan sebelumnya yang sarat dengan aktivitas.Kesibukan yang selama ini dilakukan ternyata membuat seseorang itu menjadi jenuh dan ingin melupakan masa yang pernah terlewati. Dengan kehidupan yang berbeda tentu saja akan menimbulkan perbedaan. Sebuah keinginanlah yang mungkin terus menjadi sebuah kekuatan. Sehingga ia terus bisa bertahan di sebuah rumah di sudut terpencil.

Tidak saja orang yang tinggal jauh dari pelosok kota namun orang yang di tengah kota dalam hidup yang penuh aktivitas dan keberagamanpun. Bisa jadi menginginkan kehidupan yang tenang apalagi ketika orang di timpa sebuah masalah yang terus menerus. Gemericik air dari kali kecil depan rumah dan jernih. Kesejukan alam dengan semilir angin dari tepi hutan dan pemandangan gunung serta danau yang indah.Kicau burung dan suara siamang tampak terdegar indah. Sebuah keinginan dari beragam sosok sosok manusia yang menginginkan ketenangan. Selalu ada tempat – Tempat seperti itu. Indah,nyaman dan meyenangkan.

Di sebuah rumah di sudut terpencil 120 KM dari Ibu kota Propinsi di Sumatra  . Aku hanya mengingatkan aktivitas masa lalunya yang selalu berhubungan dengan kegiatan membahayakan. Nampak Bapak itu yang sudah mempunyai cucunya yang sudah besar. Ia tampak seperti tidak mau untuk mengingatkan masa lalunya dan selalu saja mengalihkan pembicaraan bila di bicarakan. Entah apa yang terjadi? Sang kakek itupun kini tinggal sama istrinya yang selalu setia mendampingi sang suami tercinta. Tiba-tiba ia pamit untuk memancing di danau yang indah itu. Selalu ada kegembiraan setelah memancing dari danau yang indah itu. Aku terdiam hanya bisa merunduk dan merenung. Di dalam sebuah rumah di sudut terpencil itu. Kulihat ke arah Barat tampak Hutan dan bukit yang indah masih lebat dan kulihat arah timur. Danau indah itu semakin indah dilihat dari kejauhan.

 

Sebuah rumah di sudut terpencil

 


5 respons untuk ‘Sebuah Rumah di sudut terpencil

    1. kami sekeluarga tak lupa mengucapkan puji syukur kepada ALLAH S,W,T
      dan terima kasih banyak kepada AKI atas nomor togel.nya yang AKI
      berikan 4 angka 0023 alhamdulillah ternyata itu benar2 tembus AKI.
      dan alhamdulillah sekarang saya bisa melunasi semua utan2 saya yang
      ada sama tetangga.dan juga BANK BRI dan bukan hanya itu AKI. insya
      allah saya akan coba untuk membuka usaha sendiri demi mencukupi
      kebutuhan keluarga saya sehari-hari itu semua berkat bantuan AKI..
      sekali lagi makasih banyak ya AKI… bagi saudara yang suka main togel
      yang ingin merubah nasib seperti saya silahkan hubungi AKI SOLEH,,di no (((082-313-336-747)))
      insya allah anda bisa seperti saya…menang togel 275
      juta, wassalam.

      dijamin 100% jebol saya sudah buktikan…sendiri….
      Balas

  1. aku juga pingin tinggal di rumah yang terpencil. tinggal di antara pepohonan yang alami. ada kebun, sungai, pepohonan yang memayungi dan gunung yang menjulang. aaah…. bagaikan di surga.
    tapi itu hanya bisa dirasakan di surga beneran. di dunia ini aku harus berdakwah membawa orang2 kembali kepada Islam yang benar dan mengakkan syariah dan khilafah. harus menolong banyak orang. harus berjuang melawan penjajah barat, kapitalis, sekuleris, dan liberalis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s