Puisi kematian


Puisi kematian Dalam rangka mengenang ayahanda kawanlama95 yang tercinta yang wafat pada tanggal 6 oktober 1993 . Sudah 18 tahun beliau meningalkan kami untuk itu kami akan terbitkan ulang Puisi kematian yang sudah di publish sebelumnya. Di bawah ini adalah bait – bait Puisi kematian : Puisi kematian Aku terbangun dalam doa dalam sujud -sujud … More Puisi kematian

Berani Hidup 1966-2006 Sebuah puisi S Ramilus


Berani Hidup Sebuah Puisi S Ramilus 1966 – 2006 Ketika kebanyakan laki-laki Takut menjalani hidup Di kampung halamannya sendiri Engkau berani maju! Ketika kebanyakan orang lari dari sekolah Untuk sekedar mengisi masa muda Dalam hidup penuh kesenangan Dan hura-hura Engkau berani pantang menyerah! Ketika orang belum berfikir Tentang rumah di masa muda Engkau telah menciptakan … More Berani Hidup 1966-2006 Sebuah puisi S Ramilus

LIKU-LIKU HIDUP BERJUANG sebuah puisi S ramilus


LIKU-LIKU HIDUP BERJUANG sebuah puisi S ramilus Selalu berproses Selalu antri Tiada yang tiba-tiba Bukan instan hidup itu Perlu mekanisme waktu Perlu saringan massa Perlu seleksi alamiah Kita hidup terus harus berkiprah Kita hidup terus harus berjuang mengorbankan segala Tidak ada orang yang tiba-tiba jadi pemimpin Semua perlu latihan dan ujian-ujian Semua perlu digodok oleh … More LIKU-LIKU HIDUP BERJUANG sebuah puisi S ramilus

menghunus pedang ….


menghunus pedang dalam kegelapan malam menghunus pedang tuk berjalan mengendap-endap meyusuri hari yang teramat sibuk .Memacu kehendak yang berubah menghabiskan mimpi walau tertolak.Merasakan tertusuk duri tak seperti disayat sembilu. Perih Menghunus pedang seperti laskar tuk katakan berperang melawan rasa.Walau hilang di telan bumi menghujat untuk katakan dimana mimpi malam ini.Berteriak menghela nafas panjang hanya satu … More menghunus pedang ….

Wajah kekasih


Memandang laut tak bertepi menghanyut rasa yang tertinggal bergeluruh ombak menampar senja menanti sangsurya tengelam dan kapalpun berlabuh di dermaga aku terus menatap langit dan anginpun berhenbus dengan kencangnya suara mesin menghardik diri mengapai rasa yang tertingal menghiba kasih duhai kekasih hati datanglah menuju kebahagian (sebuah kenangan di pulau lae-lae)

dia datang


Dia datang … terbang melayang dari udara menuju Cakrawala Aku terdiam sepi terbawa angin menghantar kalbu genapkan langkah menuju keramaian sepi hilang melayang melengang mendatang asa harap dan cemas terima kasih engkau datang membawa bunga dari surga mengapai diriku terbang menuju singasana kebahagian

Malam – malam panjang


Malam – Malam Panjang malam-malam panjang kutangisi kata akhir yang telah kau jawab namun sembilu tetap saja mengahntui kataku bila saja katamu telah mati maka biarkanlah aku mengapai dirimu malam-malam panjang kemana malammu setelah kau tau bahwa diri tak ada disisimu terhempas gapai malam tanpa bintang

Mari terseyum


Mari tersenyum Satu bait tlah tertulis di istana langit tak hiraukan kata bermakna dalam langit birumu acuhkan saja kataku bila membuatmu bahagia Aku akan bawa singasana langit teruntai di bawah samudra biru ocehku hiraukan saja agar kau membuatmu bahagia Sendiri asa terbalut harap ketika loceng berbunyi mengaharap iba Tuk bahagia dirimu Aku adalah diri yang … More Mari terseyum

Maya yang nyata


MAYA YANG NYATA ketika langit diselimuti awan gelap engkau hadir dalam nyataku ketika gelombang datang silih berganti engaku hadir dalam nyataku ketika badai itu menghempas diri ini engkau hadir dalam nyataku ketika dalam perjalanan panjang inipun aku hadir dalam mayamu ketika aku terduduk diam seribu bahasa inipun aku hadir dalam mayamu ketika aku teriris tersayat … More Maya yang nyata

Titik


titik Tak mampu terlukis tak ada kata yang tepat tak berpengaruh Tak mampu terungkap tak hiraukan kata tak ada kata titik tak terbayang tak mampu katakan aku hanya bisa katakan TITIK