Sebuah impian yang tertundakah  kawan…

Rintik hujan tlah berlalu mengiringi malam kelabu. Hitam pekat membisu membagi malam mengharap bisu ketika waktu akan berakhir kawan. Angin dingin terbawa waktu membawa selaksa kerinduan membuncah memantulkan asa dalam kenangan tak terlupa. Sebuah kata tergores mengawali sejarah dalam setiap gerak hidup yang tak terduga. Sebuah kehendak suci tlah berpadu. Dalam alunan lagu indah nan merdu seperti  suara   gemericik air di pancuran tujuh. Suara itu masih sayup terdengar dari kejauhan namun lambat laun terdengar hingga waktu yang akan menjawab  kawan. Mungkinkah suara indah itu akan terus terdengar … Bila kata tak mampu tertulis dalam lembar hidup yang tergores . Sebuah impian yang tertundakah  kawan…

Sebuah impian yang tertundakah kawan....Bila goresan ini telah di tulis diruang sudut yang berubah menjadi bundar. Mungkinkah bila kata akan  berubah bila kita tak mau untuk mengoresnya. Sebuah pena warna bercorak emas telah diambil tuk mengores lembar demi lembar dalam rangkaian kata  indah untukmu kawan. haruskah pena emas itu diletakan kembali dalam meja lamamu. hmmm sebuah kisah klasik yang tertebak. Diam tak mampu tuk katakan pada dunia kita. Sebuah kesedihan yang tak terelakan pedih tertusuk sembilu

Kemanakah angin malam.menghepas waktu yang tak kembali, menerjang seperti badai. Walau dua badai lalu terlewati dengan gagahnya.  Sebuah impian yang tertundakah kawan. Berdiri kokoh layaknya sang nahkoda di tengah laut Atau seperti pena sang pujangga, menulis kata-kata nan indah dalam  lembar biru yang tertulis tinta emas. Aku terdiam menghela nafas sebuah kerinduan menghentak kalbu. Tertunduk malu dalam pengembaran suci diam tak bermakna . Sedih mengharu biru sebuah babak baru dalam dunia maya yang tak tertebak

Iklan