Kasus korupsi kader Demokrat tidak mempengaruhi Fauzi bowo (Foke) Dalam Pilkada DKI

 

Kasus korupsi kader Demokrat tidak mempengaruhi Fauzi bowo (Foke) Dalam Pilkada DKI, Inilah fakta nyata bahwa dalam pemilihan perebutan kursi DKI 1.Berita-berita yang diliput di media baik televisi,surat kabar , media online yang memberitakan kasus-kasus penyalah gunaan wewenang, korupsi yang terjadi selama ini. Tidak mempengaruhi pilahan penduduk DKI yang rasional. Artinya Pemberitaan negatif yang menguras krdibelitas partai Demokrat tidak berarti banyak bagi warga DKI.Buktinya dari perhitungan cepat Pasangan Fauzi Bowo (foke) mendapatkan 34% suara *. Inilah bukti keberhasilan Partai Demokrat mengembalikan kepercayan bahwa kasus
yang terjadi melanda Parta Demokrat itu membuat mereka memperbaiki diri dan meyakinkan ke publik bahwa Korupsi yang di lakukan Kader Demokrat memang akan di berantas dan di tuntaskan.Presind SBY pun sangat mendukung apa yang di lakukan KPK (komisi Pemberantasan Korupsi) dan ini membuktikan Demokrat adalah Partai Yang Bersih yang mau memberiskan kader-kadernya yang melenceng.

Jadi masyarakat DKI tidak merespon negatif terhadap pemberitaan-pemberitaan yang ada selama ini.Dari keterlibatan M. Nazarudin, angelina sondakh dll. Bagi masyarakat tidak mempengaruhi Pemberitaan kasus – kasus korupsi yang melibatkan Kader Demokrat. Hmm seorang kawan berseloroh hmm sekarang mah ga pengaruh mau korupsi kek, mau penyalahgunaan wewenang,ga jujur itu tidak berpengaruh kok. Yang penting rakyat bisa makan. Hmmm jadi mari lanjutkan kemunafikan !!!!!!!!
Bagi seorang comic (pelaku stand up comedy) ini menjadi sebuah materi yang bagus untuk di bawakan. Tentang kasus KOrupsi yang melanda kader Partai Demokrat namun Masyarakat tetap memilih pasangan Calon Gubernur yang di Usung oleh Partai Demokrat yang kadernya melakukan Korupsi.Ini sebuah ironi menjadi nyata.Apakah para comic tidak merasa resah dengan kejadian ini. Jadi tidak berarti banyak rupanya pemberitaan yang selama ini di ekpose,

Seorang kawan bercerita saat hari rabu yang lalu pada saat hari pencoblosan kemarin. Saksi dari pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli mereka hampir saja berkelahi untuk memperebutkan menjadi saksi. Hmmm Jadi masyarakat Tetap DUKUNG Partai Demokrat walaupun Kader DEMOKRAT melakukan KORUPSI.
BRavo Partai DEMOKRAT.

* Hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) atas Pilkada DKI 2012 menyebutkan pasangan Joko Widodo-Basuki memperoleh 43,04 persen suara
atau urutan teratas, kemudian disusul urutan kedua pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (34,17 persen).

Urutan ke-3 diduduki pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini (11,77 persen), urutan ke-4 pasangan Faisal Basri dan Biem Benjamin (4,83 persen), urutan ke-5 pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono (4,37 persen) dan urutan ke-6 pasangan Hendardji Soepandji-Riza Patria (1,82 persen).
(I025)

Iklan