menghunus pedang

dalam kegelapan malam menghunus pedang tuk berjalan mengendap-endap meyusuri hari yang teramat sibuk .Memacu kehendak yang berubah menghabiskan mimpi walau tertolak.Merasakan tertusuk duri tak seperti disayat sembilu. Perih

Menghunus pedang seperti laskar tuk katakan berperang melawan rasa.Walau hilang di telan bumi menghujat untuk katakan dimana mimpi malam ini.Berteriak menghela nafas panjang hanya satu katakan .Berperang .. melawan .berlari menghunus lawan.

Menghunus pedang seperti musuh bersiap mengantar nyawa .Takut menghentak mengelegar jiwa yang terbuncah mengharap kemenangan .Amboi kawan hancur sudah harapan karena kekalahan.hmm sebuah mimpi yang terbengkalai sunyi

terisak dalam kemerdekaan tanpa cinta terjerabut ketika cinta tlah datang mengapa hilang entah kemana.Kawan apakah aku harus menghunus pedang ketika cinta itu hilang di telan bumi.

Sendiri lagi menghentak mimpi ohh aku katakan biarlah KEMERDEKAAN itu seperti sendiri sunyi sepi tak berarti menuju hutan yang lebat ganas dan teramat berbahaya. dan aku tertunduk sambil menghunus pedang sambil merenung dan berfikir .Aku harus kembali kehutan dalam istana megahku biarlah aku meyendiri sehinga putri elok nan jelita datang memangilku. kak lagi ngapain….ga kok cuma nulis puisi .he he he

Iklan